Lokal Pos – Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Desa Jatiwangi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, Camat Pagerbarang, Priharyono menekankan pentingnya desa menganggarkan dana untuk Desa Tangguh Bencana (Destana) dalam perencanaan pembangunan desa, Kamis 18 September 2025.
Hal tersebut disampaikan Priharyono dalam sambutannya pada Musrenbang desa untuk penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Desa Jatiwangi untuk tahun anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di pendopo balai desa setempat dengan dihadiri oleh aparat desa, tokoh masyarakat, dan sejumlah warga, serta Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa.
Priharyono menjelaskan bahwa Destana merupakan salah satu bentuk kesiapsiagaan desa untuk menghadapi berbagai ancaman bencana alam yang berpotensi terjadi di wilayahnya.
Dengan keberadaan Destana, diharapkan desa dapat meningkatkan kemampuan mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons cepat apabila terjadi bencana, sehingga dapat meminimalkan kerugian dan memastikan keselamatan warga.
“Musrenbang ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga tentang kesiapsiagaan kita menghadapi bencana. Saya minta agar desa Jatiwangi memasukkan anggaran untuk Destana dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) agar kegiatan kebencanaan, seperti pelatihan, sosialisasi, dan pelengkapan perlengkapan penanggulangan bencana dapat dijalankan dengan baik,” ujar Priharyono.
Kegiatan Musrenbang di Desa Jatiwangi tersebut menjadi ajang diskusi penting terkait prioritas pembangunan yang akan dilakukan tahun anggaran berikutnya.
Dengan arahan Camat Pagerbarang ini, diharapkan Desa Jatiwangi dapat semakin siap menghadapi risiko bencana dan melindungi warganya secara optimal melalui program Destana yang didukung anggaran memadai.
Apa saja kegiatan Destana ? Berikut ini catatan Lokal Pos terkait kegiatan Destana.
Kegiatan Desa Tangguh Bencana (Destana) meliputi berbagai aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan dan kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi ancaman bencana.
Berikut beberapa kegiatan utama Destana:
- Identifikasi ancaman bencana di wilayah desa, termasuk analisa jenis, frekuensi, dan prioritas bencana yang mungkin terjadi.
- Penyusunan rencana aksi penanggulangan bencana untuk tahap pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca-bencana.
- Penguatan kapasitas masyarakat dan perangkat desa melalui pelatihan, sosialisasi, dan simulasi penanganan bencana.
- Pelaksanaan mitigasi risiko, seperti pembuatan peta ancaman dan risiko bencana, serta upaya adaptasi dan pengurangan dampak bencana.
- Peningkatan peran aktif masyarakat dalam seluruh tahapan pengurangan risiko dan kesiapsiagaan bencana, termasuk pembentukan kelembagaan Desa Tangguh Bencana.
- Pelatihan keterampilan hidup seperti evakuasi, pertolongan pertama, dan manajemen sumber daya saat bencana.
- Pemasangan sistem peringatan dini bencana dan sarana pendukung lainnya.
- Simulasi evakuasi bencana sebagai latihan praktis kesiapsiagaan masyarakat.
- Membangun kemandirian dan swadaya murni masyarakat desa dalam menghadapi bencana tanpa terlalu bergantung pada dana luar.
Kegiatan ini biasanya melibatkan perangkat desa, RT/RW, tokoh masyarakat, relawan, kader, aparat keamanan desa, dan masyarakat umum, serta didampingi oleh BPBD atau instansi terkait.
Program ini bertujuan agar desa memiliki sistem kesiapsiagaan yang kuat dan mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri dan terorganisir.
Musrenbang Desa Jatiwangi ditutup dengan kesepakatan bersama untuk menjadikan penanggulangan bencana sebagai salah satu bagian dalam perencanaan pembangunan desa.*(darojat)






