LOKAL POS – El Nino, adalah suatu fenomena cuaca yang terjadi karena perubahan suhu permukaan air di Samudra Pasifik yang dapat mempengaruhi curah hujan dan suhu di beberapa wilayah di dunia.
Fenomena El Nino tersebut juga melanda wilayah di Indonesia. Sejumlah daerah dilaporkan terdampak fenomena El Nino ini.
Dalam lingkup pertanian, El Nino dapat berdampak pada produktivitas dan hasil panen yang menurun.
Berikut ini adalah beberapa dampak El Nino bagi pertanian :
1. Kekeringan.
Salah satu dampak El Nino yang paling signifikan dalam pertanian adalah kekurangan air karena kurangnya curah hujan yang terjadi saat musim tanam.
Kekeringan dapat mempengaruhi tanaman dalam beberapa cara, misalnya dengan mengurangi pertumbuhan tanaman, penurunan hasil panen, hingga kematian tanaman.
2.Serangan Hama
Ketika kondisi tanaman menjadi lemah dan kurang nutrisi akibat kurangnya air, tanaman menjadi mudah diserang oleh hama dan penyakit.
Serangan hama dan penyakit pada tanaman ini dapat membuat hasil panen menjadi tidak optimal bahkan sangat berdampak pada kehilangan panen secara keseluruhan.
3.Produksi Terganggu
Kurangnya pasokan air pada pertanian dapat mempengaruhi produksi berbagai tanaman.
Tanaman padi, misalnya, membutuhkan banyak air selama proses penanaman padi. Dengan kekurangan pasokan air pada tanaman padi bisa mempengaruhi produksi dan kualitas beras yang dihasilkan.
Selain padi, tanaman sayuran seperti kubis, sayur bayam, atau lainnya yang tumbuh di tanah lembab dan hangat juga bisa terdampak dari kekeringan yang disebabkan oleh El Nino.
4. Kenaikan Harga
Ketika produksi pertanian menurun, ketersediaan pasokan tanaman menjadi berkurang.
Hal ini menyebabkan kenaikan harga di pasar, karena permintaan terus meningkat sedangkan persediaan di pasar sedikit dan tidak cukup untuk memenuhi permintaan.
Terkait kenaikan harga, pada September 2023 dilaporkan harga gabah kering giling melejit di atas harga ketentuan pemerintah hingga tembus Rp. 800.000 per kwintal
Tentu saja, kenaikan harga ini dapat menyebabkan kesulitan bagi masyarakat yang harus membayar harga yang mahal untuk membeli makanan.
Kesimpulannya, El Nino merupakan ancaman serius bagi pertanian. Kurangnya curah hujan dan kekeringan yang terjadi dapat mengurangi produksi, mengakibatkan kerugian dalam hal kualitas produk, dan kenaikan harga yang tidak terkendali.
Oleh karena itu, dibutuhkan upaya maksimal untuk mengurangi dampak El Nino pada pertanian, entah itu dengan cara meningkatkan irigasi, peningkatan sistem air, atau lainnya, sehingga dapat membantu petani menghadapi ancaman tersebut dengan lebih baik.
Berikut ini beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak El Nino pada pertanian :
1. Peningkatan sistem irigasi.
Dengan peningkatan sistem irigasi, petani dapat memastikan bahwa tanaman mereka tetap mendapatkan pasokan air yang cukup meskipun terjadi kurangnya curah hujan.
Sistem irigasi yang baik dan berkelanjutan dapat membantu petani memanfaatkan air secara efisien dan mengoptimalkan produksi pertanian.
2. Memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan.
Petani dapat memilih varietas tanaman yang lebih tahan kekeringan, seperti varietas padi yang tahan kekeringan, jagung, dan kacang tanah.
Dengan demikian, tanaman dapat bertahan dalam kondisi kekeringan dan tetap memberikan hasil yang baik meskipun terjadi El Nino.
3. Pengolahan tanah yang tepat.
Petani dapat melakukan pengolahan tanah yang tepat, seperti pemupukan dan pemberian kompos untuk memastikan bahwa tanah tetap subur dan mampu menyimpan air dengan baik.
Hal ini akan membantu tanaman berkembang secara optimal dan menghasilkan produksi yang memadai.
4. Penggunaan teknologi pertanian yang modern.
Petani dapat memanfaatkan teknologi pertanian modern, seperti sistem pengairan otomatis berbasis sensor dan aplikasi pertanian berbasis teknologi, untuk membantu mengoptimalkan produksi dan mengurangi dampak El Nino pada pertanian.
Sebagai contoh, aplikasi pertanian dapat membantu petani memonitor kondisi cuaca dan memberikan saran tentang kapan harus menanam dan memanen tanaman.
5. Penyuluhan pertanian yang aktif. Diperlukan penyuluhan pertanian yang aktif untuk membantu petani memahami dan mengatasi dampak El Nino pada pertanian.
Pihak pemerintah dan perguruan tinggi dapat memainkan peran penting dalam penyediaan penyuluhan yang produktif dan berguna bagi petani.
Diversifikasi produksi Petani dapat mempertimbangkan diversifikasi produksi dengan menanam tanaman yang berbeda secara bersamaan.
Hal ini dapat membantu mengurangi risiko kehilangan panen secara keseluruhan dan tetap mempertahankan produksi meskipun terjadi kekeringan.
Dengan mengambil tindakan ini, diharapkan petani dapat mengurangi dampak El Nino pada pertanian dan mempertahankan produksi pertanian yang optimal meskipun terjadi El Nino.*(darojat)






