Catatan Perjalanan ke Mesjid Al Jabbar Bandung

Gaya Hidup680 Views

LOKAL POS – Masjid Al Jabbar Bandung merupakan salah satu tempat ibadah yang kini menjadi alternatif destinasi wisata religi di Bandung Jawa Barat.

Masjid yang terletak di jalan Cimincrang Nomor 14, Cimincrang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat ini menawarkan pengalaman yang unik bagi para jamaah yang mengunjunginya.

Ketika berkunjung ke Mesjid Al Jabbar ini begitu memasuki areal masjid, pengunjung disuguhi arsitektur bangunan masjid yang unik, beda dari yang lain.

Salah satu keunikannya, masjid ini dibangun diketiga sisinya dikelilingi air. Belum lagi desain arsitektur bangunan utama yang sungguh memukau, mirip setengah bola raksasa.

Di dalamnya, bangunan ini sangat mengesankan sekali dengan detail arsitektur islami, perpaduan arsitektur modern kontemporer.

Sementara itu, di luar masjid terdapat taman yang luas nan asri. Jamaah bisa duduk-duduk di tempat ini untuk bersantai dan menikmati suasana yang tenang dan nyaman.

Masjid Al Jabbar ini memiliki berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh jamaah selama mereka berada di dalam mesjid seperti toilet, tempat wudhu dan fasilitas lainnya.

Mengutip laman resmi pemerintah provinsi Jawa Barat, Masjid Raya Al Jabbar mulai didesain tahun 2015 oleh Ridwan Kamil sebagai Masjid Raya tingkat Pemerintah Daerah Provinsi.

Dengan bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna.

Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat.

Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa.

Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang, ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh.

Pada malam hari, kerlip tata cahaya menambah keindahan masjid. Selain keindahan, danau memiliki fungsi penting lain; sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air.

Semua hal tersebut memang direncanakan dengan sangat seksama oleh sang arsitek, Mochamad Ridwan Kamil.

Sekilas sejarah Masjid Al Jabbar

Masjid Raya Al Jabbar mulai didesain tahun 2015 oleh Ridwan Kamil, sebuah kesempatan berharga yang disambut dengan gembira.

Selain berlatar belakang arsitek, Ridwan Kamil juga selalu berkeinginan dapat menunaikan wasiat sang ayahanda yang berpesan agar jangan pernah berhenti mendesain masjid. Usulan pendirian masjid didasari beberapa alasan.

Pertama, Jawa Barat sebagai sebuah provinsi belum memiliki Masjid Raya tingkat Pemerintah Daerah Provinsi.

Kedua, Jawa Barat adalah sebuah provinsi dengan jumlah penduduk pemeluk agama Islam terbanyak di Indonesia.

Ketiga, Jawa Barat juga memerlukan masjid besar yang dapat membanggakan warganya.

Luas dan tingginya lantai shalat dihiasi 27 relung terbuat dari relief tembaga yang ditempa dengan halus oleh tangan-tangan terampil para perajin yang sangat tekun.

Relief berupa motif batik ini mewakili tiap kota dan kabupaten yang sekaligus mengekspresikan kekayaan seni masyarakat Jawa Barat.

Sementara lantai di bawah mezanin diterangi lampu kuningan karya perajin Gentur, Cianjur, dengan warna keemasannya yang mampu memberi rasa mewah.

Di bagian dinding sisi barat, terdapat mihrab yang terhubung hingga mahkota di pucuk langit-langit yang melambangkan bahwa hanya kepada Allah SWT kita meminta.

Keistimewaan lainnya ada pada lantai dasar atau ma’rodh yang berisi museum sejarah Rasulullah SAW, sejarah perkembangan Islam di tanah air, dan sejarah Islam di Jawa Barat.
Hal ini menjadikan Masjid Raya Al Jabbar sebagai satu-satunya masjid di Indonesia yang memiliki pusat edukasi berupa museum dengan penggunaan teknologi digital terkini.

Selain bangunan masjid dan danau, di lahan seluas 26 Ha ini juga terdapat taman-taman tematik tentang kenabian yang menarik untuk dikunjungi oleh berbagai kalangan.

Di sisi timur masjid, berdiri sebuah patung kaligrafi “Al Jabbar” berwarna emas karya seniman terkemuka.

Patung ini berdiri di atas plaza bundar yang permukaannya dilapisi teraso buatan tangan dengan motif Wadasan berwarna biru dan kuning cerah yang memberikan kesan elegan.

Kemudian, di sisi timur ini juga terdapat beberapa aksentuasi khas masjid Turki yaitu pelataran besar dikelilingi koridor dengan naungan dihiasi kaca patri warna-warni, serta paviliun wudhu dengan keran air bertempat duduk yang berhiaskan mozaik cantik karya tangan perajin Jawa Barat.

Tidak salah bila dikatakan pembangunan Masjid Raya Al Jabbar telah membuka lapangan kerja yang tidak hanya melibatkan ribuan tukang bangunan berpengalaman, tetapi juga ratusan tangan-tangan terampil perajin lokal yang telah memperindah Masjid Raya Al Jabbar ini.

Pada masa mendatang, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar; seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman, akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat.

Bahwa masjid Al Jabbar berpotensi sebagai tempat wisata religi, hal ini terbukti banyaknya kunjungan dari luar daerah yang ditandai banyaknya bus-bus wisata terparkir di halaman parkir masjid.

Selain itu, fungsi-fungsi ini pun diharapkan dapat berdampak positif untuk mendongkrak ekonomi masyarakat lokal serta memakmurkan Masjid Raya Al Jabbar.

Semoga catatan singkat kunjungan ke Mesjid Al Jabbar bisa menjadi kenangan yang indah bagi yang berkunjung ke Bandung.*(darojat)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *