LOKAL POS – Pertanian merupakan industri yang sangat penting bagi penghidupan manusia. Teknologi yang terus berkembang juga berdampak pada perkembangan pertanian dan memberikan solusi baru bagi masalah yang dihadapi petani.
Di bawah ini, beberapa teknologi pertanian terbaru yang membantu petani dalam meningkatkan produktivitas mereka dan mengurangi dampak lingkungan.
1. Hydroponik
Hydroponik merupakan metode pertanian tanpa tanah, di mana tanaman ditanam dalam larutan nutrisi yang cocok untuk tumbuh.
Metode ini memungkinkan para petani untuk menanam tanaman di daerah yang sulit untuk tanah pertanian, serta memberikan kualitas tanaman yang lebih baik dan menghemat lebih banyak air daripada pertanian konvensional.
2. Pertanian Drone
Drone dalam pertanian digunakan untuk memetakan keadaan pertanian dan survei area pertanian dengan akurasi tinggi.
Petani dapat memantau tanaman mereka dari kejauhan, mengidentifikasi area tanaman yang sakit atau memerlukan perawatan lebih dan memilih tempat pengairan yang lebih tepat.
Drone dapat membantu meningkatkan produktivitas petani dan mengurangi pemakaian bahan kimia.
3. Teknologi Sensor
Sensor yang diletakkan pada tanaman dapat membantu petani memantau kelembaban, suhu, dan nutrisi tanaman.
Informasi ini dapat membantu dalam pengawasan pertumbuhan tanaman, serta membantu petani untuk mencegah penyakit dan serangga yang merusak.
Teknologi sensor ini dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi bagi para petani.
4. Pemakaian Big Data Analytics
Teknologi Big Data Analytics adalah teknologi yang dapat membantu memproses data yang besar dan kompleks. Teknologi ini bisa sangat berguna bagi para petani untuk menganalisis dan mengumpulkan data produksi, harga pasar, dan faktor lingkungan seperti cuaca, kelembaban dan intensitas cahaya dalam waktu nyata dan memprediksi harga pasar untuk upaya bisnis mereka.
5. Vertical Farming
Metode pertanian lain yang terbaru adalah Vertical Farming. Metode ini melibatkan menanam tanaman secara vertikal dalam ruangan yang diberikan cahaya buatan.
Cara ini sangat efisien karena meminimalkan penggunaan lahan, penggunaan air, dan mendapat output panen yang lebih tinggi.
Itulah beberapa teknologi terbaru di pertanian. Dalam era digital yang semakin maju seperti sekarang, petani dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas mereka, mengurangi dampak lingkungan, dan memaksimalkan perolehan keuntungan.
Namun demikian, teknologi pertanian terbaru tersebut tidak semuanya cocok untuk segala jenis tanaman, tergantung teknologi yang dimaksud.
Beberapa teknologi seperti drone survei dan teknologi sensor untuk pemantauan kelembaban, suhu dan nutrisi, umumnya dapat diterapkan pada berbagai jenis tanaman.
Namun, teknologi seperti hydroponics atau vertical farming, mungkin lebih cocok untuk beberapa jenis tanaman saja.
Misalnya, teknologi hydroponik lebih sesuai untuk tanaman dengan sistem akar yang dangkal seperti selada, kembang kol, mentimun dan tomat.
Sedangkan, teknologi vertical farming lebih cocok digunakan untuk tanaman seperti selada, kale, bayam dan buah-buahan seperti stroberi.
Dalam penggunaan teknologi, penting untuk diingat bahwa hasil yang diinginkan tergantung pada penggunaan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan jenis tanaman yang dibudidayakan.
Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi dan tumbuh yang berbeda, sehingga petani harus melakukan penelitian ketika ingin menerapkan teknologi tertentu pada jenis tanaman yang diinginkan.
Dengan demikian, tidak semua teknologi yang digunakan di pertanian cocok untuk semua jenis tanaman.
Petani harus memilih teknologi yang paling cocok untuk jenis tanaman yang mereka tanam guna memaksimalkan kemampuan teknologi dan keuntungan dari hasil yang lebih baik.
Untuk menentukan teknologi yang tepat untuk tanaman tertentu, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, di antaranya:
1. Kebutuhan Tanaman
Setiap tanaman memiliki kebutuhan tumbuh dan nutrisi yang berbeda-beda. Sebelum memutuskan untuk menggunakan teknologi dalam budidaya, penting bagi petani untuk memahami jenis tanaman dan kebutuhan nutrisinya. Misalnya, beberapa tanaman membutuhkan cuaca dan suhu tertentu, sementara yang lain lebih toleran terhadap perubahan iklim dan lingkungan.
2. Ketersediaan Peralatan & Aksesibilitas
Teknologi pertanian yang berbeda memerlukan tingkat ketersediaan dan aksesibilitas yang berbeda. Pertimbangkan faktor seperti biaya, peralatan dan infrastruktur yang dibutuhkan. Teknologi yang selangkah lebih maju memerlukan investasi yang lebih besar dan kemampuan teknis untuk diimplementasikan dengan efektif.
3. Compound Benefits
Perlu dipertimbangkan manfaat komposit dari teknologi tertentu, atau apakah biaya dan kerumitan menambah atau mengurangi kemampuan petani untuk bersaing di pasar.
4. Skalabilitas
Ukuran dan jenis peternakan yang dimiliki petani dapat mempengaruhi jenis teknologi yang tepat untuk digunakan. Misalnya, teknologi vertikal yang efisien mungkin cocok untuk petani dengan tanah yang terbatas, sementara teknologi drone lebih berguna untuk petani dengan area yang lebih besar.
5. Kemampuan Integrasi
Teknologi baru yang dipilih harus dapat diintegrasikan dengan teknologi lama atau yang telah diterapkan untuk budidaya.
Pemilihan teknologi yang efektif adalah yang dapat bekerja bersama dengan teknologi yang ada untuk meningkatkan keberhasilan dan efektivitas pertanian Anda.
Secara keseluruhan, memilih teknologi yang tepat untuk tanaman tertentu memerlukan pemantauan dan kesabaran.
Sangat penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor ini menjalankan dan merencanakan teknologi budidaya agar berhasil memperoleh hasil yang lebih optimal.*(darojat/lokalpos)






