Perencanaan Pembangunan Inklusi Desa yang Harus Dipahami

Pemberdayaan445 Views

LOKAL POS – Pembangunan desa inklusi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang adil dan merata, di mana setiap orang, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Demikian dikatakan Rahayu Pujiati, salah seorang Pendamping Desa Kabupaten Tegal Jawa Tengah dalam sebuah sesi pelatihan dengan materi ‘Perencanaan Pembangunan Inklusi Desa’

“Dengan begitu mereka yang berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berpartisipasi,” ujar Ayu, sapaan akrab Rahayu Pujiati.

Apa sih desa inklusi itu ? Desa inklusi adalah desa yang menyediakan lingkungan yang ramah dan akses yang mudah bagi semua warga untuk mengakses layanan publik dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Disinilah pentingnya mendorong pembangunan desa inklusi, yakni untuk memberikan kesempatan yang sama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus untuk berkembang dan berpartisipasi, sehingga pada akhirnya dapat mengurangi kesenjangan sosial.

Rahayu Pujiati menjelaskan, masyarakat yang inklusif menyediakan akses yang lebih mudah ke fasilitas sosial, termasuk rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah, sehingga semua orang dapat merasakan manfaat yang sama dari fasilitas tersebut.

Tujuannya agar orang-orang dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh aksesibilitas yang lebih besar untuk fasilitas-fasilitas tersebut.

Ada beberapa cara untuk membangun desa inklusi. Salah satunya adalah melalui pengembangan infrastruktur yang ramah kebutuhan khusus.

Seperti pemberian fasilitas umum semisal toilet dan tempat parkir yang dapat diakses oleh orang dengan kesulitan mobilitas.

Hal ini juga memungkinkan penyediaan aksesibilitas yang lebih besar bagi para penyandang disabilitas.

Cara lain untuk mendorong pembangunan desa inklusi adalah melalui sosialisasi dan pendidikan bagi masyarakat tentang pentingnya inklusi sosial.

Pendidikan dapat mengubah persepsi masyarakat tentang orang-orang dengan kebutuhan khusus sehingga dapat memperkuat budaya inklusi dalam masyarakat.

Pembangunan desa yang inklusif juga membawa manfaat ekonomi. Ketika semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan publik, mereka juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk maju dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Hal ini dapat meningkatkan potensi perekonomian desa dalam jangka panjang.

Dengan cara ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang positif dan inklusif bagi semua orang.

Terdapat beberapa tantangan yang mungkin dihadapi dalam membangun desa inklusi. Salah satu tantangan utama adalah masalah penganggaran dan pendanaan.

Pembangunan desa inklusi memerlukan dana yang cukup besar, terutama dalam pengembangan infrastruktur yang ramah kebutuhan khusus seperti toilet dan tempat parkir yang dapat diakses oleh orang dengan kesulitan mobilitas.

Sementara itu, pendanaan dari pemerintah mungkin terbatas dan tidak cukup memadai untuk mencapai tujuan inklusi.

Tantangan kedua adalah pemahaman dan kesadaran masyarakat. Masyarakat biasanya tidak memahami sepenuhnya konsep inklusi dan terkadang masih ada diskriminasi terhadap orang-orang dengan kebutuhan khusus.

Untuk mengatasinya, perlu adanya sosialisasi dan pendidikan tentang inklusi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah budi pekerti mereka.

Tantangan selanjutnya adalah kurangnya dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Pembangunan desa inklusi memerlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Tanpa adanya dukungan dari semua pihak, pembangunan desa inklusi tidak akan berjalan lancar.

Tantangan lainnya adalah kurangnya sumber daya manusia yang terampil atau pelatihan khusus tentang fungsi dan pengembangan dari desa inklusi.

Semua pihak, termasuk pengembang dan petugas pemerintah, harus memiliki keterampilan dan pengetahuan khusus untuk membangun desa inklusi.

Terakhir, tantangan adalah masalah teknologi. Desa inklusi juga membutuhkan dukungan teknologi yang memadai agar penduduknya mendapatkan akses mudah dan layanan yang lebih baik dari fasilitas publik yang ada.

Hal ini merupakan tantangan khusus bagi desa yang jauh dari pusat kota atau wilayah internet masih belum tersedia.

Berikut langkah konkret untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inklusi :

1. Sosialisasi melalui forum atau pertemuan dengan masyarakat.
Dalam sosialisasi ini dapat melibatkan warga desa, tokoh masyarakat, dan kelompok-kelompok masyarakat yang dianggap penting dan memiliki pengaruh di wilayah tersebut.

Sosialisasi ini berisi informasi tentang inklusi dan manfaatnya untuk masyarakat.

2. Peningkatan akses informasi.
Informasi tentang inklusi dapat disebarkan melalui media sosial, papan iklan, situs web pemerintah atau lembaga yang terkait dengan inklusi, serta brosur yang disebarkan melalui kantor desa, sekolah atau pusat kesehatan.

3. Pelatihan dan workshop.
Yakni dengan cara mengadakan workshop dan pelatihan yang berfokus pada pemahaman konsep inklusi dan cara membangun desa inklusi.

Pelatihan dan workshop ini dapat melibatkan para pengajar, petugas kesehatan, penyandang disabilitas, dan warga desa.

4. Menjalin kemitraan
Dalam hal ini membangun hubungan kemitraan dengan organisasi masyarakat sipil, LSM, atau organisasi penyandang disabilitas, untuk mendapatkan dukungan dan saran dalam melaksanakan program inklusi.

5. Menjadikan contoh sebagai penggerak. Memanfaatkan contoh sebagai penggerak, yakni mendatangkan dan memperkenalkan penyandang disabilitas yang memiliki kesuksesan baik dalam bidang pekerjaan, pendidikan, olahraga dan lainnya agar dapat dijadikan inspirasi bagi masyarakat.

Tindakan ini dapat dijalankan dengan berkelanjutan dan konsisten agar informasi tentang inklusi dapat disebar dan dipahami oleh seluruh masyarakat.

Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang inklusi, akan semakin mudah bagi kita untuk mendorong pembangunan desa inklusi yang lebih baik dan efektif.* (darojat/lokalpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *