LOKAL POS – Kebutuhan utama dalam bertani selain pupuk adalah air. Air ini menjadi faktor penting bagi petani, karena tanpa pengairan yang cukup, petani tidak bisa bercocok tanam dengan baik.
Atas dasar itulah, pemerintah desa Jatiwangi dalam kegiatan Dana Desa 2024 mengalokasikan anggaran pembuatan sumur bor untuk membantu petani dalam mencukupi kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka.
Hal itu disampaikan Kepala Desa Jatiwangi Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, H. Sutomo pada kegiatan sosialisasi kepada kelompok tani terkait pembuatan sumur bor tersebut pada Jumat 3 Mei 2024.
Sosialisasi tersebut berlangsung di balai desa diikuti 10 kelompok tani yang ada di Desa Jatiwangi.
Ke-10 kelompok tani itu antara lain : Kelompok Tani (Poktan) Dukuh Patung, Poktan Mukti Sari Tani, Poktan Subur Makmur, Poktan Pesuruhan, Poktan Ngudi Sejahtera, Poktan Ngudi Ajining Tani, Poktan Tani Makmur, Poktan Bulak Randu, Poktan Bulak Menjangan, dan Poktan Nggayuh Raharjo
Pembuatan sumur bor di lahan pertanian ini menggunakan Dana Desa tahun 2024 sebesar Rp.112 juta untuk menunjang ketahanan pangan di wilayah tersebut.
Acara sosialisasi ini dihadiri oleh beberapa pihak, diantaranya adalah kepala desa setempat, penyuluh pertanian, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pagerbarang, dan juga pendamping lokal desa Jatiwangi.
Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pagerbarang, Mei Hudoyo, terkait pembuatan sumur pantek pihaknya menyarankan agar dalam pembuatan sumur bor disesuaikan dengan kebutuhan di tanah hamparan kelompok tani.
Mei Hudoyo melanjutkan, hamparan kelompok tani yang dirasa masih kurang sumur bornya, itulah yang perlu ditambahi atau dibuatkan sumur pantek untuk menunjang pengairan di wilayah tanah hamparan kelompok tani tersebut.
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memperkenalkan program pembuatan sumur bor kepada para petani agar mereka dapat memanfaatkan sumber daya air yang ada di wilayah tersebut dengan lebih efektif.
Melalui program pembangunan sumur bor ini, diharapkan para petani dapat meningkatkan produktivitas tanah mereka.
Tak hanya itu, program ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air di wilayah tersebut sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan air yang sering terjadi.
Selain memberikan informasi tentang program pembangunan sumur bor/ sumur pantek, acara sosialisasi ini juga memberikan kesempatan kepada para petani untuk bertanya seputar program tersebut.
Para petani dapat mengajukan pertanyaan kepada pihak-pihak yang hadir, seperti seperti kepala desa, penyuluh pertanian, koordinator balai penyuluhan pertanian kecamatan Pagerbarang, dan pendamping lokal desa.
Rencananya program ini akan dimulai dalam waktu dekat, setelah seluruh tahap perencanaan telah selesai dilaksanakan.
Rencananya, waktu pelaksanaan program pembuatan sumur pantek ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi lapangan.
Diharapkan melalui sosialisasi ini, para petani di wilayah Desa Jatiwangi dapat memanfaatkan program pembangunan sumur pantek dengan baik dan optimal sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanah mereka menjadi lebih tinggi lagi.
Selain itu juga diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di wilayah tersebut dan juga mengatasi masalah kekurangan air yang sering dihadapi petani.*(darojat/lokalpos)












