LOKAL POS – Pusat Data Nasional (PDN) yang merupakan pusat pengumpulan dan pengolahan data pemerintah Indonesia pada Kamis 20 Juni 2024 lalu telah diretas.
Peretasan itu berdampak pada data-data penting 201 instansi di pusat dan daerah yang server penyimpanan datanya di PDN tidak dapat diakses.
Terkait peretasan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyebut Lockbit 3.0 menyusupkan ransomware ke PDN.
Salah satu yang terdampak dari serangan siber tersebut, yaitu hilangnya data Indeks Desa Membangun (IDM) dan Indeks Desa 2024 yang telah diinput oleh pihak desa.
Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencatat sebanyak 57.597 desa, data IDM-nya tidak dapat diakses.
Salah satu data IDM yang tidak dapat diakses tersebut adalah data IDM Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Atas tidak bisa diaksesnya data IDM tersebut Kementerian Desa melalui surat bernomor 161/PDP.03.04/VII/2024 perihal Langkah dan Penanganan Pemutakhiran Data IDM dan Indeks Desa Pasca Server PDN Bermasalah, meminta desa mengunggah kembali kuisioner IDM ke website milik kementerian desa.
Surat tertanggal 8 Juli 2024 tersebut, meminta agar proses penginputan kembali data IDM oleh desa didampingi tenaga pendamping profesional.
Tahapan penginputannya ditargetkan Berita Acara IDM harus sudah terkumpul paling lambat 31 Juli 2024.
Insiden ini menjadi peringatan bagi pemerintah Indonesia dan masyarakat terhadap pentingnya keamanan siber dan perlindungan data.
Oleh karena itu, tindakan preventif dan proaktif harus dilakukan untuk menjaga sistem informasi dan data-data penting negara dari ancaman serangan siber, termasuk data IDM.
Pemerintah dan masyarakat harus terus meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang keamanan siber agar dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kestabilan sistem informasi di Indonesia.*(darojat/lokalpos)







