Hingga Awal Juli 2024, Baru 3 Desa di Kecamatan Pagerbarang Tegal yang Terapkan CMS

Lokal1734 Views

LOKAL POS – Seiring dengan kemajuan teknologi, kemampuan manusia dalam melakukan transaksi keuangan semakin berkembang.

Salah satu cara yang saat ini sedang dilakukan dalam pengelolaan keuangan desa adalah menggunakan Cashless Management System (CMS) atau transaksi non tunai.

Di wilayah Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, tercatat hingga Minggu 7 Juli 2024 dari 13 desa yang ada di kecamatan tersebut, baru 3 desa yang melaksanakan transaksi keuangan desa menggunakan CMS.

Ketiga desa tersebut yaitu Desa Jatiwangi, Desa Randusari, dan Desa Rajegwesi. Sementara 10 desa lainnya diharapkan segera menyusul ketiga desa tersebut.

Penggunaan CMS dalam pelaksanaan transaksi keuangan desa memiliki banyak keuntungan. Dengan menggunakan CMS, proses pencatatan dan pelaporan keuangan menjadi lebih mudah dan tercatat secara otomatis.

Hal ini akan sangat membantu para pengelola keuangan desa dalam mengelola anggaran dan menjaga keuangan desa tetap teratur.

Selain itu, penggunaan CMS juga dapat membantu mencegah terjadinya tindakan korupsi yang sering terjadi dalam transaksi keuangan desa.

Namun demikian, pelaksanaan transaksi non tunai di desa juga masih menghadapi kendala.

Beberapa desa cenderung masih kurang memahami sistem CMS dan proses transaksi non tunai.

Dengan adanya pelaksanaan transaksi non tunai di Desa Jatiwangi, Desa Randusari, dan Desa Rajegwesi, diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa yang lain di wilayah Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal.

Penggunaan CMS dalam pelaksanaan transaksi keuangan desa dapat membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan desa.

Selain itu, penggunaan CMS juga dapat membantu menciptakan desa yang lebih maju dan modern, sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Selain efisiensi dan transparansi keuangan, ada banyak manfaat lain dari penerapan CMS dalam pelaksanaan transaksi keuangan desa.

Berikut ini adalah beberapa manfaat lain yang dapat didapatkan dari penggunaan CMS :

1. Meningkatkan keamanan transaksi keuangan.
Dengan menggunakan CMS, risiko kehilangan atau pencurian uang yang sering terjadi pada transaksi tunai dapat diminimalkan. Hal ini karena uang tidak lagi harus dipindahkan secara fisik dari satu tempat ke tempat lainnya.

2. Mengurangi biaya administrasi.
Dengan menggunakan transaksi non tunai, proses administrasi keuangan desa dapat dilakukan secara otomatis, sehingga dapat mengurangi biaya administrasi yang seharusnya dikeluarkan pada proses manual.

3. Meningkatkan mutu layanan keuangan desa.
Dengan adanya layanan transaksi non tunai, pengelolaan keuangan desa bisa lebih teratur dan membuat pengelolaan keuangan desa lebih cepat, akurat, dan aman. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat pada pelayanan keuangan desa.

Dengan demikian, penerapan CMS dalam pelaksanaan transaksi keuangan desa memiliki banyak manfaat bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Selain membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi keuangan, penggunaan CMS juga dapat membantu menciptakan desa yang lebih maju dan modern, melalui pemanfaatan teknologi saat ini.*(darojat/lokalpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *