LOKAL POS – Memahami bahasa cinta dalam keluarga untuk menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan merupakan hal penting dalam sebuah keluarga.
Hal tersebut disampaikan Dinar Salsabila, seorang narasumber dalam seminar parenting di Desa Sokasari Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, pada Sabtu 27 Juli 2024.
Seminar parenting yang dihadiri ibu-ibu PKK desa setempat tersebut digelar oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi 4 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
4 PTKIN tersebut terdiri atas Universitas Islam Negeri (UIN) PROF. KH. Saifuddin Zuhri, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, dan UIN Sunan Gunung Djati.
Sekedar diketahui, parenting merupakan proses keterampilan dalam mengasuh anak. Kata ‘parenting’ berasal dari bahasa Inggris dari kata parent yang berarti orang tua.
Seminar parenting tersebut bertemakan, “Memahami Bahasa Cinta, Mewujudkan Keluarga Bahagia”
Bahwa salah satu cara untuk menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga adalah dengan memahami bahasa cinta.
Seperti yang dikatakan oleh Dr. Gary Chapman dalam bukunya “The Five Love Languages”, setiap orang memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda.
Terdapat lima bahasa cinta utama yaitu kata-kata pujian, waktu berkualitas, tindakan pengorbanan, hadiah, dan sentuhan fisik.
Dalam keluarga, setiap anggota keluarga juga memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda.
Sebagai orang tua, perlu memahami bahasa cinta dari setiap anggota keluarga.
Misalnya, jika anak kita memiliki bahasa cinta waktu berkualitas, maka penting bagi kita untuk menghabiskan waktu bersama dengan anak kita.
Kita bisa melakukan aktivitas yang disukai anak dan membangun hubungan yang lebih erat dengan mereka.
Selain memahami bahasa cinta dari setiap anggota keluarga, sebagai orang tua kita juga perlu menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada mereka menggunakan bahasa cinta yang mereka mengerti.
Sebagai contoh, jika pasangan kita memiliki bahasa cinta kata-kata pujian, maka kita bisa menunjukkan perhatian kepada mereka dengan memberikan pujian atau ucapan positif setiap kali ada kesempatan.
Tidak hanya itu, memahami bahasa cinta juga dapat membantu menghindari kesalahpahaman dalam keluarga.
Ketika kita memahami bahasa cinta dari pasangan atau anak kita, kita dapat lebih mudah memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Dalam menciptakan keharmonisan dan kebahagiaan dalam keluarga, penting bagi kita untuk terus belajar dan berkembang.
Kita dapat membaca lebih banyak tentang bahasa cinta dan mencari cara untuk mempraktikkan bahasa cinta yang sesuai dengan setiap anggota keluarga.
Melihat paparan dalam seminar parenting itu, ibu-ibu PKK terlihat sangat antusias selama mengikuti acara ini.
Pada sesi diskusi, banyak pertanyaan yang disampaikan oleh peserta, menunjukkan tingginya minat dan keingintahuan mereka mengenai cara berkomunikasi yang efektif dengan anggota keluarga, terutama dalam mendidik anak-anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para peserta mengenai cara berkomunikasi yang efektif dalam keluarga.
Acara ini mendapat sambutan hangat dari para peserta dan diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar dalam kehidupan keluarga sehari-hari.
Kepala desa mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar acara serupa dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan keharmonisan dan kesejahteraan keluarga di Desa Sokasari.*(darojat/lokalpos)












