Inilah Lomba Antar TPQ yang Diprakarsai Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto dan UIN Gusdur Pekalongan

Regional503 Views

LOKAL POS – Di Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, mahasiswa yang tengah KKN memprakarsai lomba antar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) pada Minggu 11 Agustus 2024.

Lomba yang digagas oleh mahasiswa KKN kelompok 7 Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri Purwokerto dan UIN Gusdur Pekalongan ini melombakan 3 kategori.

Lomba tersebut terdiri atas tiga kategori utama, yaitu lomba azan, lomba mengurutkan huruf hijaiyah, dan lomba tahfidz.

Kegiatan ini berlangsung di Mushola Lailatul Qodary, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen.

Lomba berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme melibatkan berbagai TPQ di Desa Kenteng.

Dalam lomba azan, peserta harus mengumandangkan azan dengan benar dan tepat.

Sedangkan dalam lomba mengurutkan huruf hijaiyah, menantang kemampuan peserta untuk mengurutkan huruf-huruf hijaiyah secara tepat.

Sementara itu, pada lomba tahfidz meminta peserta untuk menghafal dan membaca surah-surah Al-Qur’an dengan lancar.

Peserta lomba adalah anak TK dan SD/MI sederajat yang mengaji di berbagai TPQ Desa Kenteng. Setiap TPQ minimal mengirimkan satu peserta per mata lomba.

Untuk lomba adzan, khusus laki-laki usia SD/MI sederajat, sedangkan lomba mengurutkan huruf hijaiyah untuk anak TK, dan lomba tahfidz untuk anak SD/MI sederajat.

Dalam lomba ada 2 juri pada setiap perlombaan. Mereka dari mahasiswa KKN kelompok 7 yaitu Khoerul Abdi, Fajar Setiawan, Indri Isnainiyah, Hanum Tifani Fauzi, Siti Safiatul Janah, dan Inayakh Wulandari.

Lomba pertama adalah tahfidz dengan dewan juri: Indri Isnainiyah dan Inayakh Wulandari.

Peserta harus hadir di lokasi lomba dan akan didiskualifikasi jika setelah dipanggil tiga kali tidak hadir.

Dalam lomba ini, soal yang diberikan berupa surat pendek dari juz 30 yang telah diacak, dan peserta harus menjawabnya dalam waktu lima menit.

Peserta juga berkesempatan mendapatkan poin tambahan dengan menjawab soal sambung ayat.

Penilaian dalam lomba ini didasarkan pada kaidah tajwid, kelancaran dalam melafalkan ayat, serta adab membaca Alquran.

Penonton atau pendamping dilarang memberikan bantuan kepada peserta, dan keputusan juri bersifat mutlak.

Lomba kedua, mengurutkan huruf hijaiyah dengan dewan juri yaitu Hanum Tifani Fauzi dan Siti Safiatul Janah.

Peserta maju sesuai nomor undian yang telah ditentukan dan diminta untuk mengurutkan huruf hijaiyah.

Pemenang lomba ini dipilih dari peserta yang paling cepat dan memberikan jawaban yang benar.

Lomba ketiga, adzan dengan dewan juri yaitu Khoerul Abdi dan Fajar Setiawan.

Jenis adzan yang dilombakan adalah adzan Shubuh, di mana peserta harus mengumandangkan adzan serta melafalkan doa setelah adzan dengan lantang.

Penilaian dalam lomba ini mencakup makharijul huruf, tajwid, irama, dan suara peserta.

Dengan adanya kegiatan ini tidak hanya meningkatkan semangat belajar dan beribadah di kalangan peserta TPQ, tetapi juga memperkuat ikatan dan persaudaraan di antara mereka.*(Vistatri Nuraeni-kontributor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *