Kurangi Sampah Plastik, Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto dan UIN Gusdur Pekalongan Adakan Kegiatan Pembuatan Ecobrick

Regional895 Views

LOKAL POS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 7 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto dan UIN Gusdur Pekalongan melakukan sosialisasi dan pelatihan ecobrick di SD Negeri 2 Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kebumen.

Kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik dan mendaur ulangnya menjadi sesuatu yang bermanfaat tersebut merupakan program unggulan dalam KKN kolaboratif tersebut.

Menurut pihak mahasiswa dalam keterangan tertulis yang diterima lokalpos.com pada Minggu 25 Agustus 2024, program ini bekerja sama dengan SDN 2 Kenteng, yang kebetulan sedang melaksanakan pembelajaran P5 (Pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema gaya hidup berkelanjutan.

Dalam sosialisasi dan pelatihan pembuatan ecobrick yang telah dilaksanakan pada 10 Agustus 2024, para mahasiswa menyampaikan beberapa hal terkait sampah.

Sampah terdiri atas sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti plastik bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna. Salah satunya yaitu dengan membuat ecobrick.

Apa itu ecobrick ? Ecobrick adalah sebuah teknologi daur ulang yang menggunakan botol plastik bekas untuk mengelola limbah plastik.

Nama ecobrick berasal dari kata “eco” (lingkungan) dan “brick” (bata), sehingga dapat diartikan sebagai “bata ramah lingkungan” atau “bata yang ramah lingkungan” karena botol plastik yang diisi padat dengan limbah plastik dapat digunakan sebagai bahan bangunan atau furniture.

Proses pembuatan ecobrick melibatkan pengisian botol plastik dengan limbah plastik hingga penuh, lalu dipadatkan sampai keras.

Setelah itu, botol-botol tersebut dapat dirangkai dengan lem untuk menjadi meja, kursi, bahan bangunan dinding, atau bahkan pagar dan fondasi taman bermain sederhana.

Ecobrick ini merupakan solusi yang efektif dalam mengelola limbah plastik dan mengurangi dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Dalam pelatihan, mahasiswa bersama-sama dengan siswa SD Negeri 02 Kenteng melakukan proses pembuatan ecobrick.

Pemandu kegiatan ini adalah mahasiswa KKN kelompok 7 yaitu Bagus Ardiansyah dengan masing-masing pendamping dari mahasiswa untuk mengondisikan setiap kelas.

Para siswa SD tersebut dalam pembuatan ecobrick diminta untuk membuat angka sesuai kelas masing-masing.

Mereka mengumpulkan sampah plastik dan mengisinya hingga penuh dalam botol plastik. Mereka merangkai botol-botol plastik yang sudah diisi sampah plastik juga membentuk sebuah tulisan berupa angka sesuai kelasnya, misal kelas 1 membuat angka satu dari ecobrick tersebut

Kegiatan pembuatan ecobrick tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar.

Para mahasiswa melakukan sosialisasi pembuatan ecobrick ini di berbagai kelompok masyarakat, seperti posyandu dan kelompok masyarakat lainnya.

Dalam kegiatan membuat dengan masyarakat setempat, warga masyarakat yang terlibat didalamnya dipandu para mahasiswa membuat ecobrick membentuk tulisan “KENTENG.”

Ecobrick tersebut diresmikan oleh para mahasiswa bersama pihak pemerintah desa setempat pada 17 Agustus 2024, usai pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan RI.

Kegiatan pembuatan ecobrick di Desa Kenteng merupakan contoh nyata bagaimana mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Dengan cara ini, mereka tidak hanya mengurangi sampah plastik tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada siswa SD dan masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dan kreativitas dalam mendaur ulang limbah.

Dengan demikian, kegiatan pembuatan ecobrick di Desa Kenteng merupakan langkah positif dalam membangun kesadaran lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat.* (darojat/lokalpos,)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed