Mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Gelar Pekan Anti-Bullying di SD Negeri 1 Sokasari Bumijawa-Tegal

Regional1132 Views

LOKAL POS – Dalam upaya memperkuat pencegahan dan penanganan bullying atau perundungan di sekolah, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari empat Universitas Islam Negeri (UIN) menyelenggarakan Pekan Anti-Bullying di SD Negeri 1 Sokasari, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 25-26 Juli 2024.

Keempat UIN yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Pekan Anti-Bullying tersebut yaitu UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Kegiatan Pekan Anti-Bullying di SD Negeri 1 Sokasari tersebut bertemakan “Kita Semua Teman: Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman.”

Tema ini dipilih untuk menekankan pentingnya saling menghormati dan mendukung satu sama lain dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari tindakan bullying.

Apa itu bullying ? Bullying atau perundungan secara sederhana dapat didefinisikan suatu tindakan yang merugikan seseorang secara fisik maupun psikologis.

Hal ini dapat terjadi di mana saja, baik di lingkungan sekolah, pekerjaan maupun masyarakat.

Contoh dari bullying di lingkungan sekolah, misalnya ketika seorang pelajar mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman sekelasnya.

Contoh beberapa tindakan bullying di sekolah seperti siswa dipukul, dipukul tas, dilempar buku, bahkan cacian dan julukan yang tidak pantas sering kali dilakukan.

Tindakan seperti ini sangat tidak pantas dan dapat menyebabkan trauma yang berkepanjangan pada siswa yang mengalami bullying.

Atas dasar itulah mahasiswa KKN kolaborasi UIN menyelenggarakan pekan anti-bullying.

Hari pertama kegiatan pekan anti-bullying ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa.

Kegiatan dimulai dengan seminar anti-bullying yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying dan cara-cara efektif untuk mencegahnya.

Pada kesempatan ini, siswa juga diperkenalkan kepada SIPENALI, aplikasi inovatif yang dikembangkan oleh Rega, salah seorang guru di SD Negeri 1 Sokasari.

SIPENALI bertujuan untuk membantu pencegahan dan penanganan kasus bullying di SD Negeri 1 Sokasari, memberikan dukungan tambahan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman.

Pada hari kedua, berbagai aktivitas kreatif dan edukatif diselenggarakan untuk memperkuat pesan tema kegiatan ini.

Aktivitas tersebut mencakup senam anti-bullying, permainan edukatif yang dirancang untuk mengajarkan nilai-nilai anti-bullying secara interaktif, serta sesi mewarnai poster dengan tema anti-bullying.

Dalam kegiatan mewarnai poster ini, siswa mengekspresikan kreativitas mereka sambil memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Salah satu momen penting dari hari kedua kegiatan Pekan anti-bullying adalah penandatanganan komitmen bersama oleh para siswa.

Dalam komitmennya, mereka berjanji untuk berperan aktif dalam menjaga dan menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.

Langkah simbolis ini diharapkan dapat memperkuat rasa tanggung jawab dan solidaritas di kalangan siswa, sesuai dengan tema kegiatan, “Kita Semua Teman.”

Kepala SD Negeri 1 Sokasari, Suwitno, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini dan mengapresiasi mahasiswa KKN yang telah menyelenggarakan pekan anti-bullying.

“Kami sangat mengapresiasi upaya mahasiswa KKN yang telah menyelenggarakan pekan anti-bullying dengan tema ‘Kita Semua Teman: Ciptakan Lingkungan Aman dan Nyaman,” ujar Suwitno.

Menurut Suwitno, kegiatan ini sangat penting karena tidak hanya memperkenalkan SIPENALI yang dikembangkan oleh salah satu guru kami, tetapi juga menanamkan rasa kebersamaan dan kepedulian siswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman.

Suwitno menambahkan, dukungan dari mahasiswa KKN ini sangat membantu kami dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Dia berharap, dengan terselenggaranya Pekan Anti-Bullying ini, diharapkan suasana belajar di SD Negeri 1 Sokasari dapat menjadi lebih positif dan aman.

Kesadaran yang meningkat tentang bahaya bullying dan langkah-langkah preventif yang telah disosialisasikan diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan bebas dari kekerasan.

Kegiatan ini menjadi contoh konkret dari sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah dasar dalam mengatasi masalah sosial yang krusial.

“Semoga inisiatif seperti ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan program serupa dan bersama-sama membangun lingkungan pendidikan yang lebih baik,” pungkas Kepala SD Negeri 1 Sokasari Bumijawa, Tegal.*. (darojat/lokalpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *