Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto dan UIN Gusdur Pekalongan Berkolaborasi Sosialisasikan Anti Bullying

Regional504 Views

LOKAL POS – Bullying adalah sebuah perilaku atau tindakan yang tidak menyenangkan yang dilakukan secara terus – menerus, baik secara verbal, fisik, atau sosial, yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau bahkan terancam.

Demikian dikatakan Zahra Eka Aulia, seorang narasumber dalam sosialisasi anti-bullying di Sekolah Dasar Negeri 02 Desa Kenteng Kecamatan Sempor Kabupaten Kebumen, pada Jumat 9 Agustus 2024.

Sosialisasi anti-bullying di sekolah tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN kelompok 7 Universitas Islam Negeri (UIN) Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto berkolaborasi dengan UIN Gusdur Pekalongan.

Lebih jauh Zahra Eka Aulia, yang juga Mahasiswa KKN dari UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto tersebut menyampaikan, bullying dapat terjadi di sekolah, di rumah, atau bahkan di dunia maya seperti media sosial.

Menurut Zahra, bullying dibagi menjadi 3, yaitu bullying verbal, bullying fisik, dan bullying sosial.

Bullying verbal bentuknya seperti ejekan, umpatan, cacian, makian, celaan, fitnah. Contohnya mengatakan kata – kata yang tidak menyenangkan atau menghina.

Bullying fisik yaitu kekerasan fisik seperti memukul, mendorong, atau menginjak. Contohnya membuat korban terluka atau merasa sakit.

Bullying sosial yaitu mengisolasi atau tidak membiarkan seseorang bergabung dalam aktivitas. Contohnya seperti mengabaikan atau tidak membiarkan seseorang berbicara.

Masih terkait bullying, narasumber lainnya, yakni Siti Safiatul Janah, menyampaikan beberapa hal penyebab bullying.

Siti Safiatul Janah memaparkan, penyebab tindakan bullying diantaranya ialah seseorang yang merasa iri dengan keberhasilan atau kekayaan orang lain.

Atau, seseorang yang ingin membalas dendam atas peristiwa masa lalu. Bisa juga, kata Siti, seseorang yang ingin menunjukkan kekuasaan atau dominasi.

Penyebab bullying lainnya, lanjut Siti, yaitu seseorang yang ingin mendapatkan perhatian dari orang lain, seseorang yang merasa tertekan dan marah karena berbagai alasan, seseorang yang terpengaruh oleh konten negatif di media.

Selanjutkan, kata Siti, seseorang yang merasa tidak puas dengan kondisi ekonomi mereka, seseorang yang merasa tidak percaya diri atau lemah, seseorang yang merasa dikucilkan oleh teman – temannya, dan seseorang yang merasa tidak nyaman di rumah karena berbagai alasan. Juga dapat menjadi penyebab tindakan bullying.

Menurut Siti, tindakan bullying bukan hanya berdampak bagi korban saja, bagi pelaku juga berdampak.

Dampak bagi korban, di antaranya dirinya merasa tidak nyaman, tertekan, atau bahkan depresi.

Selain itu, korban bisa mengalami penurunan prestasi akademis atau sosial, dan mengalami masalah kesehatan mental atau fisik.

Sedangkan dampak bullying bagi pelaku, di antaranya yaitu dirinya merasa tidak puas atau bahkan marah karena tidak mendapatkan apa yang diinginkan.

Dampak lainnya, pelaku mengalami masalah kesehatan mental atau fisik karena stres dan tekanan. Pelaku mengalami penurunan prestasi akademis atau sosial karena fokus pada tindakan negatif.

Sementara itu, narasumber ketiga, Bagus Ardiansyah, menyampaikan materi cara mencegah bullying.

Dalam penyampaian materinya, Bagus menyatakan bahwa pencegahan bullying dapat dilakukan melalui beberapa cara yang efektif.

Yaitu, pertama, seorang anak di sekolah dapat berperan aktif dalam mencegah bullying dengan mendeteksi dini kemungkinan terjadinya bullying

Kedua, melawan bullying ketika terjadi pada dirinya, dan ketiga, memberikan bantuan kepada teman yang mengalami bullying.

Menurut Bagus, dalam pencegahan bullying, orang tua juga memiliki peran penting dalam pencegahan bullying dengan memperkuat pola pengasuhan yang memberdayakan anak.

Kemudian, mengasah budi pekerti anak melalui pengajaran nilai-nilai positif seperti empati, keadilan, dan kejujuran, serta mengembangkan jiwa sosial anak dengan mengajarkan cara bergaul yang baik dan menghargai perbedaan, juga dapat mencegah bullying.

Terkait pencegahan bullying, pihak sekolah juga dapat berkontribusi dengan membentuk nilai persahabatan antar siswa, memberdayakan siswa melalui kegiatan sosial dan akademik, dan membantu siswa membangun komunikasi efektif yang sopan dan menghargai pendapat orang lain.

Dengan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, kita dapat mengurangi dampak negatif bullying dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan positif bagi anak-anak*.(kontributor: Vistatri Nuraeni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *