LOKAL POS – Guna memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester dengan menjadi mitra guru dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan dasar dan menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, menyelenggarakan program Kampus Mengajar.
Program tersebut merupakan bagian kegiatan pembelajaran dan pengajaran di satuan pendidikan dasar dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mengutip laman kemdikbud.go.id, bahwa program Kampus Mengajar untuk membekali mahasiswa dengan beragam keahlian dan keterampilan dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi, dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa peserta program Kampus Mengajar itu ditempatkan di satuan pendidikan yang terdekat dengan domisili mahasiswa yang bersangkutan.
Contohnya seperti di SMP Negeri 2 Lebaksiu Kabupaten Tegal Jawa Tengah di satuan pendidikan ini ada 5 mahasiswa yang ditugaskan di situ.
Mereka terdiri atas 4 orang mahasiswa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan 1 orang mahasiswa dari Uiversitas Negeri Yogyakarta (UNY)
Kelima mahasiswa tersebut yaitu Annisa Anandya Pramesti, Arinta Dwiandhini, Tanti Dwi Lestari, Bella Izmi (dari UNNES) dan Hanna Atika dari UNY.
Terkait pelaksanaan program Kampus Mengajar di SMP Negeri 2 Lebaksiu, para mahasiswa tersebut telah mempresentasikan kepada pihak sekolah mengenai kegiatan dalam program Kampus Mengajar yang akan dijalaninya, Sabtu, 24 Februari 2024.
Mengapa para mahasiswa tersebut ikut Kampus Mengajar ? Dalam situs kemdikbud.go.id dijelaskan bahwa dengan mengikuti Kampus Mengajar, mahasiswa mendapatkan keuntungan atau manfaat, antara lain :
1. Terlibat langsung sebagai mitra guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan di sekolah sasaran dalam menyusun dan melaksanakan strategi pembelajaran di sekolah yang kreatif, inovatif, dan menyenangkan.
2. Berkesempatan memiliki pengalaman dalam mengeksplorasi program yang beragam sesuai dengan kebutuhan sekolah
3. Berkontribusi secara langsung sebagai agen perubahan dalam pendidikan Indonesia.
4. Mengasah jiwa kepemimpinan, pemecahan masalah, kemampuan komunikasi, berpikir analitis, kreativitas, dan inovasi langsung dari lapangan.
5. Menambah jejaring pertemanan dengan sesama mahasiswa di sekolah penempatan.
Dari program Kampus Mengajar ini, para mahasiswa mendapat pengalaman baru dalam mengajar dan berinteraksi dengan lingkungan yang berbeda.
Lebih dari itu, mereka juga bisa berkontribusi positif untuk dunia pendidikan di Indonesia.*(darojat/lokalpos)







