LOKAL POS — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Ma’had Arrifa, Kabupaten Tegal, pada Minggu, 4 Januari 2026.
Para wali santri hadir dalam kegiatan Sambang Santri dan Pertemuan Wali Santri, sebuah agenda yang dirancang untuk mempererat ikatan batin antara pesantren, santri, dan orang tua.
Mengusung tema “Menyatukan Doa dan Ikhtiar antara Ma’had Arrifa dan Orang Tua”, kegiatan ini menjadi ruang temu yang bukan sekadar formalitas, melainkan sarana berbagi harapan, doa, dan tanggung jawab bersama dalam mendidik generasi berakhlak dan berilmu.
Sejak pagi, wali santri tampak antusias menyambangi putra-putri mereka di lingkungan ma’had. Senyum rindu, dan obrolan sederhana menjadi pemandangan yang menguatkan ikatan emosional antara orang tua dan santri.
Pengasuh Ma’had Arrifa, KH Masruri, dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan santri tidak bisa dipikul pesantren seorang diri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan orang tua, terutama melalui doa yang tulus dan ikhtiar yang sejalan.
“Santri adalah amanah bersama. Di Ma’had Arrifa kami berikhtiar mendidik dengan ilmu dan keteladanan, sementara orang tua menguatkan dengan doa dan dukungan dari rumah. Jika doa dan ikhtiar ini disatukan, insya Allah hasilnya akan baik,” tutur pengasuh.
Sementara itu, Wali Pondok, Dani Zakaria, di hadapan wali santri memaparkan perkembangan pendidikan, kedisiplinan, serta program pembinaan yang dijalankan ma’had Arrifa.
Ustadz Dani menekankan pentingnya sinergi antara pesantren dan orang tua dalam mendidik santri. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sistem di pondok, tetapi juga oleh dukungan dan kepercayaan wali santri terhadap proses pendidikan yang berjalan.
“Kami berharap orang tua tidak hanya menitipkan anak, tetapi juga ikut mendoakan dan menguatkan nilai-nilai yang kami tanamkan di pondok,” tutur Dani Zakaria.
Dalam pertemuan tersebut, menjadi ruang dialog bagi orang tua untuk menyampaikan masukan, harapan, yang disambut dengan sikap terbuka oleh pengelola pesantren.
Sesi terakhir acara, diisi dengan sosialisasi penggunaan platform digital yang rencananya diberlakukan di pesantren Ma’had Arrifa secara bertahap.
Pada kesempatan tersebut, tiap wali santri diberikan username dan password untuk dapat mengakses aplikasi.
Platform digital ini nantinya akan mempermudah wali santri dalam memantau perkembangan anaknya di pesantren.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan ilmu, kesehatan, dan keteguhan hati para santri dalam menuntut ilmu.
Doa-doa itu mengalir pelan namun sarat makna, menjadi simbol kuatnya ikatan spiritual antara Ma’had Arrifa dan para orang tua.*(darojat)







