Merawat Harmoni di Hari Desa Nasional: TPP Tegal Bersihkan Pura di Dukuh Wringin Slawi

Lokal353 Views

LOKAL POS – Rangkaian Peringatan Hari Desa Nasional menjadi momentum refleksi tentang makna desa sebagai ruang hidup bersama yang inklusif dan berkeadaban.

Di Desa Dukuh Wringin, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, semangat itu diwujudkan secara sederhana namun sarat makna oleh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Tegal melalui aksi bersih-bersih Pura “Mitra Kencana Dewa”, pada Sabtu 10 Januari 2026.

Sejak matahari belum sepenuhnya meninggi, para pendamping desa tampak bergotong royong membersihkan area pura—mulai dari halaman, pelataran, hingga lingkungan sekitar tempat ibadah umat Hindu tersebut.

Sapu lidi, alat kebersihan, dan tangan-tangan yang bekerja tanpa pamrih menjadi pemandangan yang menyatu dengan suasana khidmat desa.

Kegiatan ini bukan semata aksi kebersihan lingkungan, melainkan pesan kuat tentang nilai toleransi, gotong royong, dan persaudaraan desa, sejalan dengan ruh Hari Desa Nasional yang menempatkan desa sebagai pusat pembangunan manusia dan kebudayaan.

Penyungsung Pura, Ki Mangku Sugiono, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan TPP Tegal. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan nyata terhadap keberagaman yang hidup di desa.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Bagi kami, ini bukan hanya soal membersihkan pura, tetapi juga wujud rasa persaudaraan dan toleransi. Kehadiran TPP Tegal memberi rasa hangat dan kebersamaan,” ujar Ki Mangku Sugiono.

Menurutnya, perhatian terhadap tempat ibadah menjadi simbol kuat bahwa desa adalah rumah bersama bagi seluruh warganya, tanpa memandang perbedaan keyakinan.

Para pendamping desa yang terlibat menegaskan bahwa peringatan Hari Desa Nasional menjadi pengingat akan tugas pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi dan program, tetapi juga pada penguatan nilai sosial dan kemanusiaan di tingkat desa.

Menjaga harmoni sosial, mereka meyakini, merupakan fondasi penting bagi pembangunan desa yang berkelanjutan.

Di sela kegiatan, suasana keakraban terjalin antara pendamping dan warga. Obrolan ringan, senyum, dan kerja bersama mencairkan sekat-sekat sosial. Desa Dukuh Wringin pagi itu menjadi potret kecil Indonesia—beragam, rukun, dan saling menghargai.

Melalui aksi sederhana di Hari Desa Nasional, TPP Tegal mengirimkan pesan bahwa membangun desa tidak selalu harus dengan proyek besar.

Kadang, ia bermula dari kepedulian paling dasar: merawat lingkungan, menghormati perbedaan, dan menumbuhkan rasa kemanusiaan.*(darojat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *