Muhamad Syarifuloh, Sosok Kepala Sekolah yang Menumbuhkan Nilai Merdeka Belajar

Figur Lokal515 Views

LOKAL POS – Di tengah upaya nasional memperkuat kualitas pendidikan dasar, praktik kepemimpinan pendidikan yang berangkat dari nilai dan keteladanan menjadi fondasi penting.

Dari SD Negeri Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, sosok Muhamad Syarifulloh menunjukkan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dari sekolah dasar di desa, melalui kepemimpinan yang manusiawi dan berpihak pada peserta didik.

Sebagai kepala sekolah, Syarifuloh memaknai perannya bukan sekadar pengelola satuan pendidikan, melainkan pemimpin pembelajaran. Ia menempatkan sekolah sebagai ruang aman dan menyenangkan, tempat anak-anak tumbuh secara utuh—akademik, karakter, dan sosial emosional.

“Sekolah dasar adalah pondasi. Jika di tahap ini anak merasa dihargai dan didengar, maka proses belajar sepanjang hidup akan tumbuh dengan sehat,” ujar Syarifuloh.

Dalam keseharian, Syarifuloh mengedepankan pendekatan kepemimpinan berbasis keteladanan. Disiplin diterapkan melalui contoh, bukan instruksi semata.

Ia hadir lebih awal, aktif menyapa siswa, serta menjaga komunikasi terbuka dengan guru dan orang tua.

Prinsip ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar, di mana kepala sekolah berperan sebagai penggerak ekosistem pendidikan. Guru didorong untuk mengembangkan metode pembelajaran kontekstual, adaptif terhadap kebutuhan murid, serta relevan dengan lingkungan sekitar.

“Kita ingin anak belajar dengan gembira, bukan tertekan. Guru pun harus merasa merdeka untuk berinovasi,” katanya.

Di bawah kepemimpinannya, SD Negeri Jatibarang Lor menguatkan budaya kolaboratif. Guru diposisikan sebagai pembelajar sepanjang hayat, sementara siswa dilatih untuk berani berekspresi dan bertanggung jawab atas proses belajarnya.

Pendekatan pembelajaran dikaitkan dengan realitas kehidupan sehari-hari masyarakat desa—mulai dari lingkungan alam, aktivitas ekonomi lokal, hingga nilai gotong royong. Cara ini membuat materi pelajaran lebih bermakna dan mudah dipahami oleh peserta didik.

“Pendidikan yang baik tidak memutus anak dari lingkungannya, tetapi justru menguatkan identitas dan kepercayaan dirinya,” ujar Syarifuloh.

Syarifuloh juga menekankan pentingnya kemitraan antara sekolah dan orang tua. Komunikasi rutin dibangun agar proses pendidikan berjalan selaras.

Ia meyakini bahwa keberhasilan pendidikan dasar sangat ditentukan oleh kesamaan visi antara guru dan keluarga.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya dipandang sebagai institusi formal, tetapi sebagai pusat pembelajaran komunitas.

Di tengah keterbatasan sarana yang kerap dihadapi sekolah negeri di wilayah pedesaan, Syarifuloh memilih fokus pada penguatan nilai, budaya sekolah, dan kualitas relasi antarmanusia. Ia percaya bahwa perubahan besar berawal dari konsistensi dalam hal-hal mendasar.

Dari SD Negeri Jatibarang Lor, Muhamad Syarifuloh menghadirkan teladan kepemimpinan pendidikan yang relevan dengan arah kebijakan nasional—bahwa pendidikan yang bermutu lahir dari pemimpin yang berpihak pada anak, memerdekakan guru, dan tumbuh bersama masyarakat.*(Darojat/lokalpos)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed