Warga Kampung Marpangat ‘Ketiban’ Kupat Lailatul Qodar

Lokal3 Views

Lokal Pos – Menyambut datangnya malam Lailatul Qodar, di 10 hari malam terakhir Ramadhan, banyak sekali ragam kegiatan untuk menyambut tibanya malam mulia di bulan Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan.

Malam Lailatul Qodar yang dirahasiakan datangnya, terutama di malam ganjil, tentu dengan diisi kegiatan beribadah, berdoa, beriktikaf dan memperbanyak kegiatan amaliyah lainnya yang sangat bermanfaat.

Seperti halnya di Kampung Marpangat RT 11 RW 3 Kelurahan Mangkukusuman, Kota Tegal. Warga menyambut malam istimewa menjelang lebaran menggelar solat Isya, tarawih dan witir berjamaah, Selasa malam (17/03/26), dengan tradisi yang lain tidak seperti biasanya.

Uniknya usai ibadah sholat Isya, Tarawih dan Witir selesai, yang bertempat di rumah Slamet Tofani warga jalan Cerme No 32 RT 11 RW 2 Kampung tersebut, jamaahnya mendapat hadiah ketupat (kupat) Lailatul Qodar.

Istimewanya untuk memberi efek kejut “ketiban” rejeki kepada warga jamaah berupa Kupat Lailatul Qodar, yang terbuat dari janur kelapa yang biasanya berisikan beras, melainkan di dalamnya berisi sejumlah uang.

Atmo Tan Sidik, Budayawan Pantura, selaku
warga setempat mengungkapkan bahwa tradisi kupat lailatul qodar semata-mata untuk mengajak warga agar beribadah jamaah. Baik salat fardu maupun salat sunah tarawih dan witir.

Kupat lailatul qodar ini diartikan sebagai kupat yang bukan berisi beras, tetapi kupat berisi hadiah untuk memeriahkan penghujung Ramadan.

“Kegiatan ini murni dari iuran jimpitan warga Marpangat dan donatur. Hadiahnya ada uang untuk anak-anak, ada juga barang kelontong khusus ibu-ibu,” ujar Atmo.

Untuk mendapatkan kupat lailatul qodar ini, jamaah harus mampu menjawab pertanyaan dari Ustadz selaku imam sholat, saat ceramah kultum yang disampaikan sejak awal Ramadan. Adapun uang yang dihadiahkan sejumlah Rp100.000 untuk jamaah dewasa dan anak anak mendapat Rp17.000,-

“Filosofi nilai 17 sebagai jumlah seluruh rakaat, untuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak untuk bisa salat 5 waktu. Kegiatan ini juga bagian dari literasi untuk masyarakat,” ucap Atmo yang didampingi tuan rumah.

Sementara itu Slamet Tofani selaku tuan rumah merasa senang karena masyarakat bisa guyub rukun.

“Selain memeriahkan Ramadan, tujuan adanya tarhim dan kupat lailatul qodar adalah semakin mempererat kerukunan warga Marpangat, dan menanamkan ajaran Islam kepada anak-anak sejak dini,” ucapnya

Sedangkan Laila Lisa Rosnaeni selaku Ibu tuan rumah, mewakili ibu-ibu jamaah Marpangat mengatakan bahwa kegiatan ini sudah berjalan selama 8 tahun, dan ibu-ibu merasa senang meskipun ada yang mendapatkan barang-barang kelontong.

Dia berharap kegiatan ini dengan tradisi kupat lailatul qodarnya selalu bisa diadakan, tidak lain untuk mempererat kerukunan warga dan mengajarkan kebaikan bagi anak-anak.

Adapun Dr Maufur, Wakil Wali Kota Tegal pertama, mengapresiasi tradisi acara tersebut. Apalagi memberikan edukasi nilai-nilai Islam kepada anak-anak dan mengajak warga untuk senantiasa beribadah berjamaah.

“Ini sangat baik sekali karena mengajak warga untuk selalu shalat berjamaah, dan menanamkan nilai-nilai Islam sejak dini kepada anak-anak,” ungkapnya.

Selain itu untuk menambah semangat ghiroh jamaah dalam menyambut datangnya Lailatul Qodar. Dikesempatan itu juga ada penampilan Ki Dalang Anton Surono, dengan gelaran pentas mini berupa wayang golek dengan lakon yg dimainkan 2 tokoh Lupit dan Slentheng, yang mengangkat cerita tentang Lailatul Qodar. (FDH)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *