Hari Perempuan Pedesaan Sedunia: Mengakui Perempuan sebagai Pilar Ketahanan Pangan

Literasi Desa800 Views

LOKAL POS — Di balik hamparan sawah yang menghijau, kebun yang menghasilkan bahan pangan, hingga aneka produk olahan yang dipasarkan ke masyarakat, terdapat peran perempuan desa yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Mereka bukan sekadar membantu pekerjaan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan, menggerakkan perekonomian keluarga, dan mendukung pembangunan desa.

Setiap 15 Oktober, dunia memperingati Hari Perempuan Pedesaan Sedunia (International Day of Rural Women). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengakui sekaligus mengapresiasi kontribusi perempuan pedesaan, termasuk perempuan adat, dalam menopang kehidupan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Perempuan desa memiliki peran strategis dalam berbagai tahapan rantai pasok pangan. Mulai dari menyiapkan lahan, menanam benih, merawat tanaman, memanen hasil pertanian, hingga mengolah dan memasarkan produk pangan. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan pangan bagi keluarga maupun masyarakat luas.

Namun, kontribusi perempuan pedesaan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian. Mereka juga berperan dalam pengelolaan sumber daya manusia, pendidikan keluarga, pemeliharaan lingkungan, serta pengembangan usaha ekonomi produktif yang dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.

Di berbagai desa, perempuan turut menggerakkan kelompok usaha dan organisasi masyarakat, seperti Kelompok Wanita Tani (KWT). Melalui kelompok tersebut, perempuan dapat mengembangkan kegiatan pertanian, mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai tambah, serta membangun usaha bersama yang memperkuat ekonomi lokal.

Perempuan Desa dan Tantangan Ketahanan Pangan

Meski memiliki kontribusi besar, perempuan pedesaan masih menghadapi berbagai tantangan. Akses terhadap lahan, permodalan, teknologi pertanian, pelatihan keterampilan, dan pasar yang menguntungkan belum selalu tersedia secara merata.

Di sisi lain, perempuan sering kali harus menjalankan pekerjaan produktif sekaligus memikul tanggung jawab domestik dan pengasuhan keluarga. Beban tersebut membuat pengakuan terhadap kontribusi ekonomi perempuan menjadi semakin penting.

Karena itu, peringatan Hari Perempuan Pedesaan Sedunia seharusnya tidak berhenti pada seremoni atau penyampaian ucapan. Momentum ini perlu menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan bagi perempuan desa agar dapat terlibat aktif dalam pengambilan keputusan, pengelolaan usaha, dan perencanaan pembangunan.

Pemberdayaan perempuan juga perlu diwujudkan melalui dukungan terhadap kelompok usaha perempuan, akses pembiayaan yang sesuai, pendampingan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan jaringan pemasaran produk lokal.

Menguatkan Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa

Pemerintah desa dan berbagai pihak terkait memiliki ruang strategis untuk mendorong pemberdayaan perempuan melalui program pembangunan yang inklusif. Pelibatan perempuan dalam musyawarah desa, program ketahanan pangan, pengembangan UMKM, dan kegiatan ekonomi produktif dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Perempuan adat juga perlu mendapat perhatian dalam upaya pemberdayaan tersebut. Pengetahuan lokal yang mereka miliki mengenai benih, tanaman pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan praktik pertanian tradisional merupakan bagian dari kekayaan masyarakat yang perlu dihargai dan dilestarikan.

Penguatan peran perempuan pedesaan bukan semata-mata persoalan kesetaraan, melainkan juga investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan desa. Ketika perempuan memperoleh kesempatan, pengetahuan, sumber daya, dan ruang untuk mengambil keputusan, manfaatnya dapat dirasakan oleh keluarga, masyarakat, serta generasi berikutnya.

Pada akhirnya, ketahanan pangan tidak hanya dibangun melalui luasnya lahan pertanian, kecanggihan teknologi, atau besarnya hasil panen. Ketahanan pangan juga bertumpu pada manusia yang bekerja di balik setiap proses produksi dan distribusi pangan, termasuk jutaan perempuan pedesaan yang selama ini menjadi bagian penting dari rantai kehidupan tersebut.

Pada Hari Perempuan Pedesaan Sedunia, 15 Oktober 2026, sudah saatnya kontribusi perempuan desa tidak hanya diakui, tetapi juga diperkuat melalui kesempatan yang setara, dukungan nyata, dan keterlibatan bermakna dalam pembangunan. Sebab, ketika perempuan desa berdaya, ketahanan pangan menguat dan masa depan desa memiliki peluang yang lebih baik.*(Darojat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *