KKN-PPL Mahasiswa INSIP Pemalang di NTB Ciptakan Puzzle Code dan Media Interaktif Bahasa Arab di SDIT Abu Hurairah Mataram

Regional447 Views

LokalPos.com, Mataram – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Praktik Pengalaman Lapangan (KKN-PPL) Institut Studi Islam Pemalang (INSIP) menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Arab melalui pengembangan media edukatif bertajuk Puzzle Code dan berbagai media interaktif di SDIT Putri Abu Hurairah Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Inovasi tersebut dipamerkan dalam Gelar Karya & Pameran Edukasi Bahasa Arab yang menjadi puncak rangkaian program KKN-PPL pada Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kompleks SDIT Putri Abu Hurairah Mataram itu dihadiri oleh guru, mahasiswa KKN-PPL, serta siswa.

Pameran menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil pengabdian sekaligus memperkenalkan metode pembelajaran Bahasa Arab yang lebih kreatif, menyenangkan, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik sekolah dasar.

Inovasi Pembelajaran Berbasis Permainan

Di bawah kepemimpinan Suhandi Yusuf (NIM: 17230155) selaku Ketua Tim KKN-PPL INSIP Pemalang, ajang Gelar Karya dan Pameran Edukasi Bahasa Arab ini menghadirkan beragam karya pengajaran kreatif yang dirancang untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian pengunjung adalah media permainan Puzzle Code serta berbagai alat peraga visual interaktif yang dikembangkan secara khusus untuk mendukung pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan sekolah berbasis non-gadget.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih komunikatif, menyenangkan, dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam memahami materi.

Pengembangan media inovatif tersebut turut mendapatkan bimbingan dan pengawalan penuh dari Baiq Ayu Puteri Tsuraya Mutmainah selaku Penanggung Jawab Keprodian.

Menurut Suhandi Yusuf, gagasan pengembangan Puzzle Code lahir dari hasil pengamatan selama pelaksanaan KKN-PPL di SDIT Abu Hurairah Mataram.

Ia melihat bahwa lingkungan belajar yang tidak bergantung pada penggunaan gawai justru membuka peluang untuk menghadirkan metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.

“Banyak siswa yang masih menganggap bahwa belajar menyusun kalimat Bahasa Arab identik dengan tampilan presentasi di layar LCD atau metode pembelajaran yang cenderung formal. Padahal, materi tersebut bisa dikemas menjadi aktivitas yang menyenangkan dan menantang tanpa harus menggunakan perangkat digital,” ujar Suhandi.

Ia menjelaskan bahwa Puzzle Code dirancang sebagai media muraja’ah atau pengulangan materi yang interaktif sebelum siswa memasuki pembahasan baru pada pertemuan berikutnya. Dalam permainan tersebut, siswa diberikan kartu-kartu acak yang berisi potongan kata Bahasa Arab. Mereka kemudian ditantang untuk menyusun kartu tersebut menjadi kalimat yang benar, menganalisis struktur kalimatnya, serta menuliskan hasil susunan pada lembar jawaban yang telah disediakan.

“Media Puzzle Code ini kami rancang sebagai sarana muraja’ah yang interaktif sebelum siswa masuk ke pembahasan baru besoknya. Siswa ditantang untuk menyusun kartu-kartu acak berisi potongan kata, lalu menganalisis dan menuliskan susunan kalimat yang tepat pada lembar jawaban. Ternyata anak-anak sangat antusias dan merasa seperti sedang memecahkan teka-teki rahasia,” jelas Suhandi Yusuf di lokasi kegiatan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang pelaksanaan pameran. Mereka secara aktif mencoba setiap tantangan yang diberikan, berdiskusi dengan teman sekelompok, serta berlomba menyelesaikan susunan kalimat dengan benar.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran yang sederhana namun inovatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih hidup sekaligus meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran Bahasa Arab.

Dengan memadukan unsur permainan, visual, dan kerja sama kelompok, media tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang aktif sehingga siswa tidak hanya menghafal materi, tetapi juga memahami makna dan penggunaannya dalam konteks sederhana.

Selain Puzzle Code, mahasiswa juga mengembangkan sejumlah media interaktif lainnya, seperti kartu kosakata, papan permainan Bahasa Arab, media visual tematik, hingga permainan kuis edukatif yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik tingkat sekolah dasar.

Koordinator KKN-PPL INSIP Pemalang mengatakan bahwa inovasi tersebut lahir dari hasil observasi selama mahasiswa melaksanakan praktik mengajar di sekolah.

“Kami melihat bahwa pembelajaran Bahasa Arab akan lebih mudah diterima siswa apabila disampaikan melalui media yang interaktif dan menyenangkan. Karena itu kami mengembangkan Puzzle Code dan beberapa media pendukung agar siswa lebih aktif, antusias, sekaligus mudah memahami materi,” ujarnya.

Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Arab

Menurutnya, media pembelajaran yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Mahasiswa KKN-PPL berupaya menghadirkan pendekatan pembelajaran yang mengedepankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan pemecahan masalah. Dengan demikian, proses belajar tidak lagi berpusat pada guru, melainkan melibatkan siswa secara aktif.

Selama pameran berlangsung, para siswa tampak antusias mencoba setiap media yang dipamerkan. Mereka mengikuti permainan, menyusun potongan puzzle, menjawab tantangan kosakata, hingga berlomba menyelesaikan berbagai misi pembelajaran Bahasa Arab.

Suasana belajar yang dikemas dalam bentuk permainan membuat siswa terlihat lebih percaya diri dalam mengenal dan menggunakan kosakata Bahasa Arab.

Apresiasi dari Pihak Sekolah

Kepala SDIT Putri Abu Hurairah Mataram memberikan apresiasi atas kreativitas mahasiswa INSIP Pemalang yang dinilai mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang sederhana namun memiliki nilai edukatif tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN-PPL INSIP Pemalang. Mereka tidak hanya menjalankan praktik mengajar, tetapi juga meninggalkan inovasi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru dalam proses belajar mengajar ke depan,” katanya.

Ia berharap media pembelajaran tersebut dapat terus dikembangkan sehingga mampu menjadi inspirasi bagi para pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan efektif.

Menurutnya, penggunaan media interaktif terbukti mampu meningkatkan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung.

Wujud Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat

Program KKN-PPL INSIP Pemalang di NTB tidak hanya berfokus pada praktik mengajar, tetapi juga mendorong mahasiswa menghasilkan karya nyata yang memberikan manfaat bagi sekolah dan masyarakat.

Melalui Gelar Karya dan Pameran Edukasi Bahasa Arab, mahasiswa menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui inovasi di bidang pendidikan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPL INSIP Pemalang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Kami berharap inovasi yang dihasilkan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan KKN ini saja, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh sekolah sebagai bagian dari pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya.

Melalui inovasi Puzzle Code dan media interaktif Bahasa Arab, mahasiswa INSIP Pemalang membuktikan bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya metode mengajar guru, tetapi juga mampu menumbuhkan minat siswa untuk belajar Bahasa Arab secara lebih aktif, menyenangkan, dan berkelanjutan.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed