Lokal Pos – Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti ruangan di Gedung Baru Asrama Putri Pondok Pesantren Ma’had Arrifa Desa Lebakgoah Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal pada Minggu 19 April 2026.
Di gedung tersebut menjadi tempat saat para santri, wali santri, dan dewan asatidz berkumpul dalam gelaran Haflah At Tasyakur Khotmil Qur’an yang dirangkaikan dengan acara perpisahan kelas IX.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang tidak hanya menandai selesainya perjalanan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga babak baru bagi para santri yang akan melangkah ke jenjang berikutnya.

Sejak pagi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, menghadirkan suasana khidmat yang menyentuh hati. Para santri yang telah menyelesaikan khataman tampil dengan penuh percaya diri, memperdengarkan hafalan terbaik mereka di hadapan hadirin.
Wajah-wajah penuh kebanggaan tampak dari para orang tua yang menyaksikan langsung buah dari perjuangan anak-anak mereka.
Pimpinan Pondok Pesantren Ma’had Arrifa dalam sambutannya menyampaikan bahwa khotmil Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga berpesan agar para santri yang lulus tetap menjaga akhlak dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama mondok.
Salah satu momen yang paling mengharukan dalam kegiatan ini adalah saat prosesi santri sungkeman kepada ibundanya.
Prosesi sakral yang dipandu oleh pengasuh pondok pesantren dengan menarasikan kata-kata yang menyentuh hati yang membuat santri dan para orang tua santri yang menyaksikannya turut menitikkan air mata.
Seorang santri yang diwisuda mengungkapkan rasa syukurnya bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an. Ia mengaku perjalanan tersebut tidak mudah, penuh dengan tantangan dan pengorbanan, namun semua terbayar dengan kebahagiaan di hari tersebut.
“Ini bukan hanya tentang hafalan, tapi tentang proses menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Haflah ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan yang dilandasi niat baik akan berbuah manis pada waktunya.
Dalam kegiatan tersebut juga diisi unjuk kebolehan dari para santri, salah satunya, pidato santri dalam tiga bahasa, yakni bahasa arab, Indonesia, dan bahasa Inggris.
Di penghujung acara sebuah ceramah agama yang memukau hadirin menjadi penutup akhir kegiatan tersebut.
Usai kegiatan, para santri dan orang tua santri terlihat sumringah, duduk santai dan bercengkerama. Sesekali ada dari mereka ber-swafoto untuk mengabadikan momen.
Sebuah harapan besar, di tengah suasana haru dan penuh khidmat, satu hal yang pasti: dari Ma’had Arrifa, lahir generasi Qur’ani yang siap menebar manfaat bagi sesama.*(darojat)






