Lokal Pos, Gorontalo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kontingen Jawa Tengah pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Dalam kegiatan Temu Karya, Kontingen Jawa Tengah berhasil meraih Juara I setelah menyajikan karya berjudul “Pengelolaan Kelembaban Tanah Tadah Hujan dalam Sistem Methuk Jempolan IP400.”
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan petani Jawa Tengah mampu menarik perhatian dewan juri dan peserta dari berbagai daerah. Materi yang disampaikan dinilai tidak hanya inovatif, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pertanian di lahan tadah hujan, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas melalui penerapan Indeks Pertanaman (IP) 400.
Perwakilan Kontingen Jawa Tengah menjelaskan bahwa sistem Methuk Jempolan IP400 menekankan pentingnya pengelolaan kelembaban tanah melalui pemanfaatan bahan organik, penggunaan mulsa, pengelolaan air hujan, serta penerapan pola tanam yang terintegrasi. Pendekatan tersebut terbukti mampu menjaga produktivitas lahan meskipun menghadapi keterbatasan ketersediaan air.
Penghargaan Juara I ini disambut gembira oleh seluruh anggota kontingen Jawa Tengah yang hadir di Gorontalo. Prestasi tersebut menjadi hasil dari kerja keras petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung pengembangan inovasi pertanian di Jawa Tengah.
Kegiatan Temu Karya yang berlangsung pada 21–22 Juni 2026 diikuti oleh 19 provinsi dari berbagai wilayah Indonesia. Setiap kontingen menampilkan karya dan inovasi unggulan yang mencerminkan keberhasilan pembangunan pertanian di daerah masing-masing. Forum ini menjadi sarana berbagi pengalaman, teknologi, dan praktik terbaik antarpetani dan pelaku utama pembangunan pertanian.
Ketua Kontingen Jawa Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mempersiapkan materi dan presentasi dengan baik. Menurutnya, capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi kontingen, tetapi juga bagi seluruh petani Jawa Tengah yang terus berinovasi dalam menghadapi tantangan sektor pertanian.
“Prestasi ini kami persembahkan untuk seluruh petani Jawa Tengah. Semoga inovasi yang kami tampilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menginspirasi daerah lain dalam meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan,” ujarnya.
Raihan Juara I Temu Karya PENAS XVII semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang aktif melahirkan inovasi pertanian berbasis pengalaman lapangan dan kearifan lokal. Prestasi tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan teknologi dan metode budidaya yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan petani di masa mendatang.*(Darojat)





