TEGAL, LOKAL POS – Pemerintah Desa Danasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, mencoba menghadirkan cara pandang baru dalam pemanfaatan potensi desa. Melalui pembangunan embung desa yang didukung Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan 2026, lahan milik desa di Dukuh Kebagusan kini mulai diarahkan menjadi kawasan yang memiliki manfaat sosial sekaligus potensi ekonomi.
Embung tersebut berada di RT 02 RW 01 Dukuh Kebagusan, dibangun di atas tanah milik desa. Tidak berhenti pada pembangunan embung, Pemerintah Desa (Pemdes) Danasari kemudian mengembangkan kawasan tersebut dengan membangun spot pemancingan sepanjang kurang lebih 140 meter pada dua sisi embung.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa melihat potensi yang dimiliki desa dan mengembangkannya menjadi aset yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Desa Danasari, Mohamad Hisam, S.Ag. dalam keterangan tertulis yang diterima lokalpos.com pada Senin (28/09/2026), mendorong agar pembangunan tidak semata-mata berhenti pada hasil fisik. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran desa diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memiliki nilai guna dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Pembangunan ini tidak hanya bagaimana membuat embung, tetapi bagaimana aset desa yang ada bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat,” demikian gagasan yang menjadi arah pengembangan kawasan tersebut.
Dengan adanya spot pemancingan, kawasan embung diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas warga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Pengelolaan kawasan tersebut direncanakan melibatkan kelompok masyarakat, dengan pengawasan dan pembinaan melalui BUMDes. Pola ini diharapkan dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan sekaligus menjaga keberlanjutan aset desa.
Dari Infrastruktur Menjadi Aset Produktif
Pemanfaatan Dana Desa untuk pembangunan embung menjadi menarik ketika pembangunan fisik tersebut tidak berhenti sebagai infrastruktur semata.
Embung dapat memiliki berbagai fungsi, mulai dari mendukung kebutuhan lingkungan dan aktivitas masyarakat hingga dikembangkan menjadi ruang publik dan kegiatan ekonomi. Ketika ditambah dengan fasilitas pemancingan, kawasan tersebut memiliki peluang untuk berkembang menjadi destinasi rekreasi sederhana berbasis potensi lokal.
Ke depan, kawasan embung Danasari berpotensi dikembangkan sebagai pusat rekreasi masyarakat, ruang usaha warga, kawasan wisata desa, sekaligus sumber pendapatan baru bagi desa apabila pengelolaannya dilakukan secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Bagi masyarakat, keberadaan kawasan tersebut juga membuka peluang munculnya kegiatan ekonomi pendukung, seperti usaha makanan dan minuman, penyewaan alat pemancingan, maupun usaha kecil lainnya.
Namun, agar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi, pengelolaan aset perlu disiapkan dengan tata kelola yang jelas. Mulai dari kelembagaan pengelola, aturan pemanfaatan, pemeliharaan fasilitas, pencatatan pendapatan dan biaya operasional, hingga mekanisme kontribusi terhadap pendapatan desa.
Dana Desa Bukan Sekadar Bangunan
Pengembangan embung Danasari memberikan gambaran bahwa pembangunan desa dapat diarahkan lebih jauh dari sekadar menghasilkan bangunan atau infrastruktur.
Ketika sebuah aset desa dirancang sejak awal agar dapat dimanfaatkan masyarakat, dikelola secara kelembagaan, dan memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi, maka pembangunan tersebut memiliki peluang untuk memberikan manfaat yang lebih panjang.
Tantangannya kini adalah memastikan kawasan tersebut benar-benar menjadi aset produktif desa, bukan sekadar proyek pembangunan yang selesai setelah pekerjaan fisiknya berakhir.
Dengan dukungan masyarakat, kelompok pengelola, BUMDes dan pemerintah desa, embung di Dukuh Kebagusan diharapkan dapat tumbuh menjadi ruang bersama yang memberikan manfaat sosial, membuka peluang ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat kemandirian Desa Danasari.
Sebab, pembangunan desa yang baik bukan hanya tentang berapa banyak bangunan yang berhasil dibuat, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat setelah pembangunan itu selesai.
Desa Membangun, Masyarakat Tumbuh
Lebih lanjut Kepala Desa Danasari, Mohamad. Hisam, S.Ag., mengatakan pengembangan spot pemancingan di kawasan Embung Desa Danasari merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah desa dalam mendukung pembangunan desa yang produktif dan berkelanjutan.
“Pengembangan spot pemancingan di Embung Desa Danasari merupakan bagian dari ikhtiar kami mendukung program pemerintah dalam mendorong pembangunan desa yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap potensi ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan perekonomian masyarakat, dan ke depan dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Desa. Desa membangun, masyarakat tumbuh, dan ekonomi desa semakin kuat,” ujar Mohamad Hisam, S.Ag.
Sementara itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Danasari, Adi Suswoyo, melihat pengembangan spot pemancingan tersebut sebagai bagian dari proses kreatif desa dalam mengolah potensi lokal menjadi ruang yang memiliki nilai manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak semestinya berhenti pada tersedianya sarana fisik, tetapi perlu dilanjutkan dengan pemanfaatan, pengelolaan, dan pengembangan secara bersama-sama agar memberikan manfaat berkelanjutan.
“Spot pemancingan di kawasan Embung Desa Danasari merupakan bagian dari proses kreatif desa dalam mengolah potensi lokal menjadi ruang yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat. Bukan sekadar membangun sarana, tetapi bagaimana pembangunan tersebut dapat terus dikembangkan, dimanfaatkan, dan dikelola bersama,” kata Adi Suswoyo.
Ia menambahkan, dari perspektif pendampingan, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pembangunan desa membutuhkan proses yang berkelanjutan dan partisipasi masyarakat. Potensi yang dimiliki desa hari ini, menurutnya, dapat menjadi peluang untuk membangun manfaat ekonomi dan sosial pada masa mendatang.
“Semoga kawasan embung ini terus bertumbuh menjadi bagian dari pengembangan wisata dan ekonomi desa, sekaligus memperkuat arah pembangunan Desa Danasari,” pungkasnya.*(darojat)









