Metode PM-AAS Dongkrak Produktivitas Padi di Surokidul hingga 8,4 Ton per Hektare

Desa, Pertanian682 Views

TEGAL, LOKAL POS – Penerapan metode tanam PM-AAS (Pertanian Modern–Agriculture Advance System) di Desa Surokidul, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menunjukkan hasil panen yang menjanjikan. Petani setempat, Kasad, berhasil memperoleh hasil panen setara 8,4 ton per hektare dari lahan seluas 1.750 meter persegi.

Panen padi tersebut dilaksanakan pada Kamis, 22 Oktober 2026, di lahan pertanian milik Kasad yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Tani Murni. Adapun varietas padi yang ditanam adalah Inpari 32 dengan menggunakan metode PM-AAS.

Berdasarkan data yang disampaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Pagerbarang, Ratuna Ratanaji, lahan seluas 1.750 meter persegi tersebut menghasilkan sekitar 1,4 ton gabah atau 14 kuintal. Jika dikonversikan ke luasan satu hektare, produktivitasnya mencapai sekitar 8,4 ton.

Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi penerapan metode PM-AAS di tingkat petani, khususnya dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian melalui metode budidaya yang lebih modern.

Produktivitas Meningkat 2,4 Ton per Hektare

Ratuna Ratanaji menjelaskan, berdasarkan perbandingan dengan hasil panen sebelumnya menggunakan metode tanam non-PM-AAS, produktivitas di lahan tersebut tercatat sekitar 6 ton per hektare.

Dengan demikian, berdasarkan data perbandingan tersebut, penerapan PM-AAS menghasilkan peningkatan produktivitas sekitar 2,4 ton per hektare, atau setara dengan kenaikan 40 persen dibandingkan hasil sebelumnya.

“Hasil tersebut riil. Dengan metode PM-AAS, lahan seperempat bau bisa menghasilkan 14 kuintal,” ungkap Ratuna dalam keterangannya.

Perbandingan ini memberikan gambaran mengenai potensi PM-AAS dalam mendukung peningkatan hasil panen. Meski demikian, hasil di lapangan tetap dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti kondisi lahan, kualitas benih, pemupukan, pengairan, cuaca, serta pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Didukung Penggunaan Combine Harvester

Selain menerapkan metode tanam PM-AAS, proses pemanenan padi di lahan tersebut juga menggunakan alat mesin pertanian berupa combine harvester.

Penggunaan alat ini membantu proses panen menjadi lebih efisien, terutama dalam menghemat waktu dan tenaga kerja. Pemanfaatan mekanisasi pertanian juga menjadi bagian penting dalam mendorong modernisasi sektor pertanian di tingkat desa.

Tanaman padi varietas Inpari 32 tersebut ditanam pada 13 Juli 2026 dan dipanen pada 22 Oktober 2026, berdasarkan keterangan terbaru yang disampaikan PPL Kecamatan Pagerbarang.

Keberhasilan panen di lahan Kasad menjadi salah satu contoh penerapan pertanian modern yang dapat diamati dan dievaluasi untuk pengembangan budidaya padi di wilayah Kecamatan Pagerbarang.

Menjadi Bahan Evaluasi bagi Petani

Capaian produktivitas di Desa Surokidul diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kelompok tani lainnya dalam mengembangkan metode budidaya yang lebih efektif.

Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui sejauh mana peningkatan hasil tersebut dapat direplikasi pada lahan dengan kondisi yang berbeda. Dokumentasi hasil panen, perbandingan biaya produksi, serta penghitungan keuntungan bersih juga penting untuk menilai manfaat PM-AAS secara menyeluruh.

Bagi petani, peningkatan produktivitas tidak hanya diukur dari banyaknya gabah yang dihasilkan, tetapi juga dari efisiensi biaya produksi dan peningkatan pendapatan usaha tani.

Hasil panen salah satu petani padi Desa Surokidul ini menjadi salah satu gambaran potensi pertanian modern dalam mendukung peningkatan produktivitas padi sekaligus memperkuat upaya mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.*(darojat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *