Tertinggal Pesawat Saat Transit di Makassar, Dua Peserta PENAS Asal Banyumas Terbang ke Gorontalo Naik Hercules

LOKAL POS, GORONTALO – Perjalanan menuju Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo menjadi pengalaman tak terlupakan bagi dua peserta asal Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Keduanya, Judiono dan Junaedi, sempat tertinggal pesawat saat transit di Makassar pada Sabtu 20 Juni 2026, sebelum akhirnya mendapat kesempatan terbang ke Gorontalo menggunakan pesawat Hercules pada keesokan harinya.

Insiden tersebut terjadi ketika rombongan peserta PENAS dari Jawa Tengah melanjutkan perjalanan menuju Gorontalo melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Dalam proses transit, Judiono dan Junaedi entah mengapa tertinggal pesawat lanjutan yang membawa rombongan menuju Gorontalo.

Akibat kejadian itu, keduanya terpaksa tertahan di Makassar dan harus mencari alternatif agar tetap dapat mengikuti rangkaian kegiatan PENAS XVII yang berlangsung di Gorontalo.

Beruntung, pada Minggu (21/6/2026), keduanya memperoleh bantuan dan kesempatan untuk menumpang pesawat Hercules yang terbang menuju Gorontalo. Kesempatan tersebut menjadi solusi atas kendala yang mereka hadapi setelah tertinggal penerbangan sehari sebelumnya.

Saat Hercules mendarat di Gorontalo, Judiono dan Junaedi dijemput pihak panitia yakni LO (Liaison Officer)  Jawa Tengah didampingi peserta dari Tegal, Sukirno dan Darojat dan selanjutnya diantar menuju Sekretariat Jawa Tengah

Perjalanan menggunakan pesawat angkut militer itu, menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi kedua peserta. Setelah menempuh penerbangan dari Makassar, mereka akhirnya tiba dengan selamat di Gorontalo dan dapat bergabung dengan peserta lainnya yang telah lebih dahulu tiba di lokasi kegiatan.

Judiono mengaku bersyukur karena masih dapat melanjutkan perjalanan dan mengikuti kegiatan PENAS XVII. Menurutnya, peristiwa tertinggal pesawat sempat membuat dirinya khawatir tidak bisa menghadiri agenda nasional yang telah lama dipersiapkan tersebut.

“Kami sempat terbengong karena pesawat sudah berangkat. Namun alhamdulillah, akhirnya bisa berangkat ke Gorontalo dan bahkan mendapat pengalaman yang sangat berkesan karena bisa terbang menggunakan pesawat Hercules,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Junaedi. Ia mengatakan kejadian tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan selama mengikuti PENAS XVII Gorontalo.

“Yang penting kami akhirnya bisa sampai di Gorontalo dan tetap mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya. Ini menjadi cerita tersendiri yang mungkin tidak akan kami lupakan,” katanya.

PENAS XVII di Gorontalo merupakan ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, serta pelaku utama sektor pertanian dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran informasi, teknologi, inovasi, serta penguatan jejaring antarpelaku pembangunan pertanian dan perikanan.

Meski sempat mengalami kendala perjalanan, semangat Judiono dan Junaedi untuk mengikuti PENAS XVII tidak surut.

Kisah keduanya menjadi bukti bahwa berbagai rintangan dapat dihadapi dengan ketekunan dan semangat untuk terus belajar serta berbagi pengalaman bersama petani dan nelayan dari seluruh Indonesia.*(Darojat)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *