LOKAL POS, GORONTALO – Prestasi membanggakan ditorehkan Kontingen Jawa Tengah pada ajang Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo. Melalui karya inovatif bertajuk “Pengelolaan Kelembaban Tanah Tadah Hujan Methuk Jempolan,” Kontingen Jawa Tengah berhasil meraih Juara I Temu Karya, mengungguli 19 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Kegiatan Temu Karya yang berlangsung selama dua hari, pada 21–22 Juni 2026 di Sport Centre Gorontalo, menampilkan beragam karya inovatif dari berbagai daerah di Indonesia.
Ajang ini menjadi wadah bagi para petani, nelayan, penyuluh, dan pelaku utama pembangunan pertanian untuk berbagi gagasan serta solusi kreatif dalam menjawab berbagai tantangan di sektor pertanian dan perikanan.
Di hadapan dewan juri, setiap peserta diberikan kesempatan untuk mempresentasikan karya inovatif yang dilombakan, menjelaskan latar belakang, proses pengembangan, manfaat, serta potensi penerapannya di masyarakat.
Presentasi tersebut menjadi salah satu aspek penilaian penting dalam menentukan karya terbaik yang layak memperoleh penghargaan.
Dari presentasi inovatif itulah, menghantarkan Kontingen Jawa Tengah menjadi juara I di kegiatan Temu Karya Penas XVII tahun 2026 di Gorontalo.
Keberhasilan Tim Jawa Tengah yang terdiri atas : 2 orang penyaji : Wartiyo Abdul Aziz, dan Rahadian Hadi, serta 3 orang pendamping : Aan Chunaifi, Harnoto, dan Anom Suroto, menjadi bukti bahwa inovasi yang dikembangkan petani dan pelaku utama pertanian Jawa Tengah mampu menjawab tantangan sektor pertanian, khususnya dalam pengelolaan lahan tadah hujan yang selama ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan air.
Temu Karya merupakan salah satu agenda bergengsi dalam PENAS XVII yang menjadi wadah bagi petani, nelayan, penyuluh, akademisi, serta pelaku usaha untuk berbagi pengalaman, inovasi, dan teknologi tepat guna guna mendukung pembangunan pertanian nasional. Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai provinsi yang menampilkan karya terbaik hasil seleksi daerah masing-masing.
Tim Jawa Tengah berhasil meyakinkan dewan juri melalui pemaparan yang komprehensif mengenai metode pengelolaan kelembaban tanah pada lahan tadah hujan.
Inovasi tersebut dinilai memiliki manfaat nyata dalam menjaga produktivitas tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan air, serta mendukung ketahanan pangan di tengah perubahan iklim.
Ketua Kontingen Jawa Tengah menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diraih merupakan hasil kerja keras tim, dukungan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta para petani yang terus berinovasi dalam mengembangkan teknologi tepat guna di sektor pertanian.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi petani Jawa Tengah untuk terus berkreasi dan menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pertanian. Semoga inovasi yang kami tampilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi petani di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Keberhasilan meraih Juara I Temu Karya semakin mempertegas posisi Jawa Tengah sebagai salah satu daerah yang konsisten melahirkan inovasi pertanian berbasis kebutuhan lapangan.
Prestasi ini salah satu capaian yang membanggakan Kontingen Jawa Tengah dalam rangkaian kegiatan PENAS XVII Petani Nelayan Tahun 2026 di Gorontalo.*(darojat)












